bank bjb Mantapkan Langkah Pertumbuhan Berkelanjutan, Aset Tembus Rp215,9 Triliun
Kamis, 30 Oktober 2025 - 12:05 WIB
Advertisement
BANDUNG – bank bjb kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Melalui agenda Public Expose 2025 yang digelar pada 29 Oktober 2025, jajaran manajemen memaparkan capaian kinerja hingga posisi September 2025 yang mencerminkan pertumbuhan solid, efisiensi optimal, dan fokus pada keberlanjutan bisnis.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama bank bjb Yusuf Saadudin, Direktur Keuangan Hana Dartiwan, Direktur Konsumer & Ritel Nunung Suhartini, Direktur Korporasi & UMKM Mulyana, Direktur Operasional & Teknologi Informasi Ayi Subarna, serta Pemimpin Divisi Corporate Secretary Herfinia.
Arah kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia memberikan momentum positif bagi bank bjb untuk memperkuat daya saing dan profitabilitas bisnis. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah efisiensi biaya dana, yang hasilnya akan mulai terlihat pada kuartal IV 2025 dan semakin optimal pada kinerja penuh tahun 2026.
Selain itu, bank bjb terus mendorong penghimpunan dana ritel dan memperluas kerja sama pengelolaan payroll, guna memperkuat struktur pendanaan yang efisien dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibarengi dengan penguatan margin melalui manajemen loan pricing yang adaptif terhadap dinamika pasar.
Dalam ekspansi bisnis, bank bjb tetap fokus pada kredit konsumer sebagai captive market, serta mengembangkan pembiayaan di sektor rantai nilai ekosistem daerah, BUMD, dan program prioritas pemerintah.
Secara konsolidasi, total aset bank bjb tumbuh 2,8% menjadi Rp215,9 triliun. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp160,2 triliun, sedangkan penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 3,5% menjadi Rp142,9 triliun. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di angka 85,3%, mencerminkan keseimbangan yang sehat antara likuiditas dan ekspansi kredit.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama bank bjb Yusuf Saadudin, Direktur Keuangan Hana Dartiwan, Direktur Konsumer & Ritel Nunung Suhartini, Direktur Korporasi & UMKM Mulyana, Direktur Operasional & Teknologi Informasi Ayi Subarna, serta Pemimpin Divisi Corporate Secretary Herfinia.
Arah kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia memberikan momentum positif bagi bank bjb untuk memperkuat daya saing dan profitabilitas bisnis. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah efisiensi biaya dana, yang hasilnya akan mulai terlihat pada kuartal IV 2025 dan semakin optimal pada kinerja penuh tahun 2026.
Selain itu, bank bjb terus mendorong penghimpunan dana ritel dan memperluas kerja sama pengelolaan payroll, guna memperkuat struktur pendanaan yang efisien dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibarengi dengan penguatan margin melalui manajemen loan pricing yang adaptif terhadap dinamika pasar.
Dalam ekspansi bisnis, bank bjb tetap fokus pada kredit konsumer sebagai captive market, serta mengembangkan pembiayaan di sektor rantai nilai ekosistem daerah, BUMD, dan program prioritas pemerintah.
Secara konsolidasi, total aset bank bjb tumbuh 2,8% menjadi Rp215,9 triliun. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp160,2 triliun, sedangkan penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 3,5% menjadi Rp142,9 triliun. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di angka 85,3%, mencerminkan keseimbangan yang sehat antara likuiditas dan ekspansi kredit.
(sra)