Leprid Catat Rekor Kain Tenun Ikat Tradisional Terpanjang
Senin, 16 Juli 2018 - 13:15 WIB
A
A
A
Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka mengukur kain tenun ikat tradisional sepanjang 68 meter dengan lebar 91 centimeter yang dibentangkan oleh Ibrahim Bire Logo (pemrakarsa) dibantu belasan anak dan warga di kawasan kantor Leprid, Jalan Berlian, Sambiroto, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/7/2018).
Kain tersebut tercatat dalam Lembaga Prestasi dan Rekor Indonesia-Dunia (Leprid) sebagai Rekor Kain Tenun Ikat Tradisional Sabu Raijua Terpanjang dengan Motif bertema Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ibrahim Bire Logo yang berprofesi guru asal Sabu Raijua NTT ini menjelaskan, untuk mendesain motif kain tenun ikat ini membutuhkan waktu 2 tahun.
Kain tenun ikat tradisional berasal dari bahan baku benang katun klos mencapai 40 klos, benang bantalan 2 karung serta tali rafia untuk pengikatan motif 2 karung, pewarna hitam, merah, kuning,coklat campuran, dan biru mencapai 1 drum. Proses pengerjaan kain tenun ikat tradisional ini menelan waktu 86 hari dengan volume kerja per hari rata-rata 20 jam.
Kain tersebut tercatat dalam Lembaga Prestasi dan Rekor Indonesia-Dunia (Leprid) sebagai Rekor Kain Tenun Ikat Tradisional Sabu Raijua Terpanjang dengan Motif bertema Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ibrahim Bire Logo yang berprofesi guru asal Sabu Raijua NTT ini menjelaskan, untuk mendesain motif kain tenun ikat ini membutuhkan waktu 2 tahun.
Kain tenun ikat tradisional berasal dari bahan baku benang katun klos mencapai 40 klos, benang bantalan 2 karung serta tali rafia untuk pengikatan motif 2 karung, pewarna hitam, merah, kuning,coklat campuran, dan biru mencapai 1 drum. Proses pengerjaan kain tenun ikat tradisional ini menelan waktu 86 hari dengan volume kerja per hari rata-rata 20 jam.
(rat)