Dinginnya suhu air hambat...
1/6
Sejumlah kapal melakukan operasi penyelamatan besar-besaran setelah kapal feri Sewol tenggelam di laut lepas Jindo, Korea Selatan, Kamis (17/04/2014). Penyelamatan besar-besaran dilakukan setelah penundaan beberapa jam, puluhan penyelam militer, pelaut, marinir dan polisi bekerja keras untuk melakukan penyelamatan. Namun dinginnya air, derasnya arus, dan rendahnya jarak pandang menyulitkan evakuasi. Setidaknya 164 orang sudah diselamatkan, dan sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang. REUTERS / Yonhap
Dinginnya suhu air hambat...
2/6
Anggota Satuan Kapal Salvage Korea Selatan (SSU) mencari penumpang kapal feri Sewol yang tenggelam di laut lepas Jindo, Korea Selatan, Kamis (17/04/2014). Penjaga pantai Korea Selatan dan penyelam angkatan laut terus melakukan pencarian 300 penumpang yang sebahagian mereka adalah siswa SMA yang masih belum ditemukan. REUTERS / Yonhap
Dinginnya suhu air hambat...
3/6
Sebuah kapal yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan mendekati kapal feri yang tenggelam di laut lepas Jindo, Korea Selatan, Kamis (17/04/2014). Penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan setelah penundaan beberapa jam, puluhan penyelam militer, pelaut, marinir dan polisi bekerja keras untuk melakukan penyelamatan. Namun dinginnya air, derasnya arus, dan rendahnya jarak pandang menyulitkan evakuasi. Setidaknya 164 orang sudah diselamatkan, dan sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang. REUTERS / Kim Kyung-Hoon
Dinginnya suhu air hambat...
4/6
Polisi pantai berusaha mendekati kapal saat melakukan penyelamatan penumpang kapal feri Sewol yang tenggelam di laut lepas Jindo, Korea Selatan, Kamis (17/04/2014). Penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan setelah penundaan beberapa jam, puluhan penyelam militer, pelaut, marinir dan polisi bekerja keras untuk melakukan penyelamatan. Namun dinginnya air, derasnya arus, dan rendahnya jarak pandang menyulitkan evakuasi. Setidaknya 164 orang sudah diselamatkan, dan sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang. REUTERS / Yonhap
Dinginnya suhu air hambat...
5/6
Seorang penyelam Korea Selatan dari sebuah perusahaan swasta melompat ke dalam air untuk mencari penumpang kapal feri Sewol yang tenggelam di laut lepas Jindo, Korea Selatan, Kamis (17/04/2014). Penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan setelah penundaan beberapa jam, puluhan penyelam militer, pelaut, marinir dan polisi bekerja keras untuk melakukan penyelamatan. Namun dinginnya air, derasnya arus, dan rendahnya jarak pandang menyulitkan evakuasi. Setidaknya 164 orang sudah diselamatkan, dan sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang. REUTERS / Yonhap
Dinginnya suhu air hambat...
6/6
Sebuah helikopter menyorotkan lampunya kearah sejumlah kapal yang melakukan penyelamatan korban kapal feri Sewol yang tenggelam di laut lepas Jindo, Korea Selatan, Kamis (17/04/2014). Penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan setelah penundaan beberapa jam, puluhan penyelam militer, pelaut, marinir dan polisi bekerja keras untuk melakukan penyelamatan. Namun dinginnya air, derasnya arus, dan rendahnya jarak pandang menyulitkan evakuasi. Setidaknya 164 orang sudah diselamatkan, dan sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang. REUTERS / Yonhap
Dinginnya suhu air hambat...
Dinginnya suhu air hambat...
Dinginnya suhu air hambat...
Dinginnya suhu air hambat...
Dinginnya suhu air hambat...
Dinginnya suhu air hambat...

Dinginnya suhu air hambat evakuasi korban, 300 penumpang masih dinyatakan hilang

Kamis, 17 April 2014 - 20:15 WIB
A A A
Sebuah helikopter menyorotkan lampunya kearah sejumlah kapal dalam operasi besar-besaran penyelamatan korban kapal feri Sewol yang tenggelam di laut lepas Jindo, Korea Selatan, Kamis (17/04/2014). Penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan setelah penundaan beberapa jam, puluhan penyelam militer, pelaut, marinir dan polisi bekerja keras untuk melakukan penyelamatan. Namun dinginnya air, derasnya arus, dan rendahnya jarak pandang menyulitkan evakuasi. Setidaknya 164 orang sudah diselamatkan, dan sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang. REUTERS / Yonhap
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Evakuasi Korban KM Ladang...
Evakuasi Korban KM Ladang Pertiwi Dua, 18 Orang Masih Hilang
Evakuasi 7 Korban Kecelakaan...
Evakuasi 7 Korban Kecelakaan Susi Air
Mobil Terjun ke Laut...
Mobil Terjun ke Laut di Padang, Tiga Penumpang Masih Hilang
Evakuasi Korban Kebakaran...
Evakuasi Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Masih Berlangsung
Pencarian Korban Banjir...
Pencarian Korban Banjir Bandang di Batu, Enam Tewas dan Tiga Korban Masih Hilang
Puluhan Ribu Masih Hilang,...
Puluhan Ribu Masih Hilang, Tim SAR Menyelam Cari Korban Banjir Libya
Foto Terkini
Abhiseka Manggala Majapahit,...
Abhiseka Manggala Majapahit, Pelepasan Siswa KB-TK Labschool Jakarta Penuh Pesona Budaya
17 jam yang lalu
Jalur Kereta Sumbar,...
Jalur Kereta Sumbar, Penghubung Sejarah, Wisata, dan Kehidupan
18 jam yang lalu
Kolaborasi Tokopedia,...
Kolaborasi Tokopedia, TikTok Shop, dan Kementerian UMKM Perkuat Daya Saing UMKM Balikpapan
19 jam yang lalu
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
21 jam yang lalu
Asosiasi INNOBIZ, Gelar...
Asosiasi INNOBIZ, Gelar Seminar Kerja Sama Smart Factory Korea-Indonesia
22 jam yang lalu
Indonesia Siap Gelar...
Indonesia Siap Gelar MotoGP Mandalika 2026
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Abhiseka Manggala Majapahit,...
Abhiseka Manggala Majapahit, Pelepasan Siswa KB-TK Labschool Jakarta Penuh Pesona Budaya
Ratusan Buruh Desak...
Ratusan Buruh Desak Pembatalan Eksekusi Hotel Sultan
Aksi Dukung Program...
Aksi Dukung Program Makan Bergizi Gratis
CoZi LASIK, Inovasi...
CoZi LASIK, Inovasi Terbaru JEC Menteng untuk Penglihatan Lebih Baik
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Karyawan dan Simpatisan...
Karyawan dan Simpatisan Hotel Sultan Gelar Aksi Tolak Eksekusi Lahan