Demi Nama Baik Jokowi,...
1/5
Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti meninjau lokasi pembangunan Tol Cisamdawu di Kecamatan Rancakalong, Sumedang, Senin (21/3/2022).
Demi Nama Baik Jokowi,...
2/5
Perwakilan warga mewakili ratusan warga dari tiga desa yakni Desa Pemekaran, Desa Ciherang, dan Desa Jatimulya menyampaikan aspirasi karena merasa dirugikan secara sepihak dalam proses pembebasan lahan tol Cisamdawu.
Demi Nama Baik Jokowi,...
3/5
LaNyalla yang didampingi Anggota DPD RI Dapil Jabar Eni Suwarni dan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan mengungkapkan, pada 7 Oktober 2021 pihaknya telah memanggil pihak-pihak terkait dan mempertemukannya dengan warga Kecamatan Rancakalong.
Demi Nama Baik Jokowi,...
4/5
LaNyalla meyakini jika Presiden Joko Widodo tidak mengetahui adanya permasalahan pembebasan lahan untuk jalan tol di Sumedang.
Demi Nama Baik Jokowi,...
5/5
Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti meninjau lokasi pembangunan Tol Cisamdawu di Kecamatan Rancakalong, Sumedang, Senin (21/3/2022).
Demi Nama Baik Jokowi,...
Demi Nama Baik Jokowi,...
Demi Nama Baik Jokowi,...
Demi Nama Baik Jokowi,...
Demi Nama Baik Jokowi,...

Demi Nama Baik Jokowi, Ketua DPD Desak Selesaikan Masalah Pembebasan Lahan Tol Cisamdawu

Senin, 21 Maret 2022 - 16:46 WIB
A A A
Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti meninjau lokasi pembangunan Tol Cisamdawu di Kecamatan Rancakalong, Sumedang, Senin (21/3/2022). Perwakilan warga mewakili ratusan warga dari tiga desa yakni Desa Pemekaran, Desa Ciherang, dan Desa Jatimulya menyampaikan aspirasi karena merasa dirugikan secara sepihak dalam proses pembebasan lahan tol Cisamdawu.

LaNyalla yang didampingi Anggota DPD RI Dapil Jabar Eni Suwarni dan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan mengungkapkan, pada 7 Oktober 2021 pihaknya telah memanggil pihak-pihak terkait dan mempertemukannya dengan warga Kecamatan Rancakalong.

Dijanjikan akhir November sudah selesai, ternyata sampai tadi malam masih ada laporan dari warga.

LaNyalla meyakini jika Presiden Joko Widodo tidak mengetahui adanya permasalahan pembebasan lahan untuk jalan tol di Sumedang. Begitu juga permasalahan munculnya 'Tim Tujuh' yang disebut mengelabui warga sehingga dirugikan secara sepihak dalam proses pembebasan lahan tol.

Padahal, kata dia, warga sebenarnya mendukung program pembangunan infrastruktur tol. Namun dalam prosesnya justru muncul oknum yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan proses pembebasan lahan.

"Kita harus menjaga nama baik Pak Jokowi juga. Saya yakin Pak Jokowi tidak tahu masalah ini, (tapi) saya tidak mau masuk ke masalah hukum. Saya tidak mau mencari-cari kesalahan, yang jelas saya datang kesini membawa solusi supaya masalah ini cepat selesai," ucap LaNyalla.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada solusi, karena janjinya Pak Kepala Dinas (PUPR), ada Pak Wagub (Erwan Setiawan) juga tadi ikut mendengarkan, janjinya Kepala Dinas akan disampaikan ke Pak Gubernur," sambungnya.

LaNyalla berharap dalam dua pekan ke depan ada tindak-lanjut konkrit dari masalah yang dihadapi warga. Dengan begitu permasalahan pembebasan lahan tidak berkepanjangan sehingga semakin menyusahkan warga dari tiga desa di Kecamatan Rancakalong.

"Dengan datang kesini, saya menagih janji mereka sendiri, dengan datang kesini supaya jangan berlarut-larut. Kasihan rakyat, padahal ini mau segera diresmikan Pak Jokowi kan," demikian LaNyalla.

Sebelumnya, warga tiga desa di Kecamatan Rancakalong mengungkapkan jika hingga kini proses pembayaran pembebasan lahan untuk pembangunan tol belum sepenuhnya rampung. Padahal, lahan yang awalnya disiapkan untuk pembangunan jalan tol tersebut tak jadi digunakan untuk membangun jalan tol.

"Lahan kami tak jadi dibangun jalan tol. Jalan tol malah dialihkan ke lokasi lainnya. Ini berproses mulai tahun 2008," kata Kang Yayat.

Ia menyatakan, pada awalnya warga sama sekali tak berencana menjual lahan mereka. Namun tiba-tiba ada Tim Tujuh yang disebut-sebut menjadi kuasa warga dan menjual lahan milik mereka yang akan dibangun jalan tol.

"Kami tak pernah menguasakan kepada tim tujuh, tapi tiba-tiba lahan kami diperjualbelikan. Ada pembayaran paksa. Bilamana tak diambil, barang hilang dan uang hilang," kata Yayat.

Tentu saja hal tersebut membuat bingung seluruh warga, termasuk Yayat. Mau tidak mau, sebanyak 400 KK merelakan lahan mereka daripada tak mendapatkan apapun.

"Luasannya 61 hektare. Kurang lebih seluruhnya Rp46 miliar untuk 400 KK. Paling tinggi lahan dibayar seharga Rp1,260 juta. Ada yang dibayar Rp900 ribu, ada juga Rp750 ribu. Lahan saya seluas 822 meter dibayar Rp10 juta," katanya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Pembebasan Lahan Tol...
Pembebasan Lahan Tol Serang-Panimbang Seksi II Capai 75,2 Persen
BTN Salurkan Dana Pembayaran...
BTN Salurkan Dana Pembayaran Ganti Rugi Pembebasan Lahan Tol Bawen
Foto Terkini
Pameran Foto Perisai...
Pameran Foto Perisai Tunas Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
2 jam yang lalu
HISFARSI DKI Jakarta...
HISFARSI DKI Jakarta Dorong Transformasi Rumah Sakit Lewat Benchmarking Internasional di Malaysia
3 jam yang lalu
Jakarta Fair Kemayoran...
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Targetkan 6 Juta Pengunjung dan Transaksi Rp8 Triliun
4 jam yang lalu
Buka Dialog, Pengamat...
Buka Dialog, Pengamat : Pemerintah Mau Terima Aspirasi dari Mahasiswa
7 jam yang lalu
OttoDigital Optimalkan...
OttoDigital Optimalkan Sistem Pembayaran Digital di Jakarta Fair 2026
17 jam yang lalu
Menerawang Sejarah Jakarta...
Menerawang Sejarah Jakarta dari House of Tugu di Kota Tua Jelang Usia Lima Abad
17 jam yang lalu
Foto Terpopuler
UBK Nonaktifkan Ketua...
UBK Nonaktifkan Ketua BEM Hukum Usai Terima Rp20 Juta
Operasional Bertahap...
Operasional Bertahap KRL di Stasiun JIS Mulai Layani Penumpang
KPK Pajang Ducati Noel...
KPK Pajang Ducati Noel dan Aset Mewah Lain dari Kasus K3
Barang-Barang Eks Hotel...
Barang-Barang Eks Hotel Sultan Mulai Direlokasi
Bea Cukai Sita Ribuan...
Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar
Kickoff IID 2026, BSKDN...
Kickoff IID 2026, BSKDN Kemendagri Ajak Daerah Perkuat Inovasi di Tengah Tantangan Fiskal