Bakti BCA Perkuat Desa dan Alam: Sinergi Pemberdayaan Masyarakat, Ketahanan Pangan, dan Konservasi Lingkungan di Yogyakarta
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 20:56 WIB
A
A
A
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui inisiatif Bakti BCA terus menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Tiga program strategis yang dijalankan di Yogyakarta, yakni pengembangan Desa Wisata Pentingsari, penguatan ketahanan pangan melalui Rumah Pangan Hidup di Goa Pindul, serta konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, menjadi wujud sinergi nyata antara sektor perbankan, masyarakat lokal, dan pelestarian alam.
Desa Wisata Pentingsari: Dari Lereng Merapi Menjadi Inspirasi Pariwisata Berkelanjutan
Terletak di lereng Gunung Merapi, Desa Wisata Pentingsari telah mengalami transformasi luar biasa sejak menjadi bagian dari Desa Bakti BCA pada 2014. Berawal sebagai dusun prasejahtera, desa ini kini menjadi destinasi favorit yang mengusung konsep alam, budaya, dan pertanian berwawasan lingkungan.
BCA memberikan berbagai pelatihan kepada lebih dari 300 warga, termasuk pelatihan pemandu wisata, pengelolaan homestay, serta promosi produk UMKM seperti keripik jamur, granola, dan kain batik. Melalui aplikasi BCA mobile, penjualan tiket wisata juga kini lebih terintegrasi, membuka akses pasar yang lebih luas.
Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, menyampaikan, “Kami merasakan semangat luar biasa dari masyarakat Pentingsari. Dukungan kami hadir untuk memperkuat upaya mereka menjadi desa mandiri yang dicintai wisatawan.”
Hingga kini, ada lebih dari 80 homestay aktif yang dikelola warga, menawarkan pengalaman menginap sekaligus mengenal kehidupan desa, seperti membatik, membuat wayang suket, hingga Lava Tour Merapi.
Rumah Pangan Hidup Goa Pindul: Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular
Masih di wilayah DIY, program Rumah Pangan Hidup (RPH) yang dimulai tahun 2024 di Wirawisata Goa Pindul, Gunungkidul telah membantu masyarakat menghemat 50% belanja sayur dan bahan pangan melalui budidaya sayur, buah, ikan, dan ayam di pekarangan rumah.
Selain menumbuhkan kemandirian pangan, RPH juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengelola limbah menjadi pupuk alami. Sepanjang 2024, program ini berhasil mengelola 66,8 ton sampah organik dan 814,8 kg sampah anorganik, serta menanam lebih dari 50.000 bibit yang menghasilkan panen senilai Rp86,6 juta.
Sebanyak 110 peserta mengikuti program Sekolah Lapangan selama 10 bulan, dengan 78% peserta adalah perempuan. Program ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga mendukung ekowisata dan agrowisata di Goa Pindul.
Konservasi Penyu di Pantai Goa Cemara: Menjaga Laut Lewat Edukasi dan Teknologi
Di Pantai Goa Cemara, Bantul, BCA meresmikan Rumah Edukasi Penyu dan menggelar Pelepasan Tukik, bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY serta Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo. Kawasan ini dikenal sebagai habitat penting penyu karena karakteristik pasir dan suhu yang mendukung proses penetasan alami.
Fasilitas konservasi yang dibangun mencakup teknologi inkubasi seperti Intan Box dan Sari Box, serta pemasangan paving block hasil daur ulang kartu BCA. Edukasi pelestarian penyu juga digelar bagi 100 pelajar melalui dongeng dan aktivitas kreatif dengan pesan ramah lingkungan.
EVP CSR BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan, “Konservasi penyu bukan hanya soal spesies, tapi menjaga ekosistem laut. Kami ingin generasi muda tumbuh dengan kesadaran lingkungan yang tinggi.”
Selama 2024, program konservasi penyu BCA di tiga lokasi (Goa Cemara, Banyuwangi, dan Bali) berhasil merehabilitasi 17.531 telur penyu dari 171 sarang dan melepaskan 15.003 tukik kembali ke laut.
Komitmen Terpadu untuk Masa Depan Berkelanjutan
Melalui program Desa Bakti BCA, BCA mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi lokal, pelestarian budaya, serta konservasi alam.
Enam desa wisata binaan BCA, termasuk Pentingsari dan Bilebante, telah meraih penghargaan ASEAN Tourism Awards (ATA) 2025, dan mengikuti promosi internasional seperti ITB Berlin 2025. Kolaborasi juga terus diperluas, seperti dengan perajin Desa Taro dan Tulola, serta keikutsertaan di Jakarta Fair 2025 dan BCA Expoversary.
“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara sektor keuangan dan masyarakat lokal dapat menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan,” tutup Hera F. Haryn.
Desa Wisata Pentingsari: Dari Lereng Merapi Menjadi Inspirasi Pariwisata Berkelanjutan
Terletak di lereng Gunung Merapi, Desa Wisata Pentingsari telah mengalami transformasi luar biasa sejak menjadi bagian dari Desa Bakti BCA pada 2014. Berawal sebagai dusun prasejahtera, desa ini kini menjadi destinasi favorit yang mengusung konsep alam, budaya, dan pertanian berwawasan lingkungan.
BCA memberikan berbagai pelatihan kepada lebih dari 300 warga, termasuk pelatihan pemandu wisata, pengelolaan homestay, serta promosi produk UMKM seperti keripik jamur, granola, dan kain batik. Melalui aplikasi BCA mobile, penjualan tiket wisata juga kini lebih terintegrasi, membuka akses pasar yang lebih luas.
Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, menyampaikan, “Kami merasakan semangat luar biasa dari masyarakat Pentingsari. Dukungan kami hadir untuk memperkuat upaya mereka menjadi desa mandiri yang dicintai wisatawan.”
Hingga kini, ada lebih dari 80 homestay aktif yang dikelola warga, menawarkan pengalaman menginap sekaligus mengenal kehidupan desa, seperti membatik, membuat wayang suket, hingga Lava Tour Merapi.
Rumah Pangan Hidup Goa Pindul: Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular
Masih di wilayah DIY, program Rumah Pangan Hidup (RPH) yang dimulai tahun 2024 di Wirawisata Goa Pindul, Gunungkidul telah membantu masyarakat menghemat 50% belanja sayur dan bahan pangan melalui budidaya sayur, buah, ikan, dan ayam di pekarangan rumah.
Selain menumbuhkan kemandirian pangan, RPH juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengelola limbah menjadi pupuk alami. Sepanjang 2024, program ini berhasil mengelola 66,8 ton sampah organik dan 814,8 kg sampah anorganik, serta menanam lebih dari 50.000 bibit yang menghasilkan panen senilai Rp86,6 juta.
Sebanyak 110 peserta mengikuti program Sekolah Lapangan selama 10 bulan, dengan 78% peserta adalah perempuan. Program ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga mendukung ekowisata dan agrowisata di Goa Pindul.
Konservasi Penyu di Pantai Goa Cemara: Menjaga Laut Lewat Edukasi dan Teknologi
Di Pantai Goa Cemara, Bantul, BCA meresmikan Rumah Edukasi Penyu dan menggelar Pelepasan Tukik, bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY serta Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo. Kawasan ini dikenal sebagai habitat penting penyu karena karakteristik pasir dan suhu yang mendukung proses penetasan alami.
Fasilitas konservasi yang dibangun mencakup teknologi inkubasi seperti Intan Box dan Sari Box, serta pemasangan paving block hasil daur ulang kartu BCA. Edukasi pelestarian penyu juga digelar bagi 100 pelajar melalui dongeng dan aktivitas kreatif dengan pesan ramah lingkungan.
EVP CSR BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan, “Konservasi penyu bukan hanya soal spesies, tapi menjaga ekosistem laut. Kami ingin generasi muda tumbuh dengan kesadaran lingkungan yang tinggi.”
Selama 2024, program konservasi penyu BCA di tiga lokasi (Goa Cemara, Banyuwangi, dan Bali) berhasil merehabilitasi 17.531 telur penyu dari 171 sarang dan melepaskan 15.003 tukik kembali ke laut.
Komitmen Terpadu untuk Masa Depan Berkelanjutan
Melalui program Desa Bakti BCA, BCA mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi lokal, pelestarian budaya, serta konservasi alam.
Enam desa wisata binaan BCA, termasuk Pentingsari dan Bilebante, telah meraih penghargaan ASEAN Tourism Awards (ATA) 2025, dan mengikuti promosi internasional seperti ITB Berlin 2025. Kolaborasi juga terus diperluas, seperti dengan perajin Desa Taro dan Tulola, serta keikutsertaan di Jakarta Fair 2025 dan BCA Expoversary.
“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara sektor keuangan dan masyarakat lokal dapat menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan,” tutup Hera F. Haryn.
(sra)