Riset Klinis HDI Propoelix™: Bukti Ilmiah Baru untuk Mendukung Sistem Imun
Minggu, 08 Maret 2026 - 10:37 WIB
A
A
A
Jakarta, 7 Maret 2026 – HDI menyelenggarakan Seminar Kesehatan Nasional bertajuk “Beyond the Fundamentals of Propolis Science: Clinical Evidence Behind HDI Propoelix™ – Mengenal Lebih Dalam Ilmu Propolis: Bukti Klinis di Balik HDI Propoelix™.” Acara yang berlangsung di Grand Mercure Harmoni Hotel, Jakarta ini menjadi momentum penting untuk mempublikasikan hasil penelitian klinis ke-25 HDI Propoelix™ yang dilakukan di salah satu rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Penelitian tersebut berawal dari program dukungan kesehatan HDI pada tahun 2025, ketika HDI mendonasikan produk HDI Propoelix™ kepada tenaga kesehatan garda terdepan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi kemitraan ilmiah yang menghasilkan evaluasi klinis berbasis rumah sakit.
Tiga Perspektif Ilmiah dalam Satu Forum
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan klinisi, yaitu Dr. Muhamad Sahlan, S.Si., M.Eng., akademisi dan peneliti dari Universitas Indonesia; dr. Ivan Hoesada, M.Biomed, dari HIDUP Expert Panel; serta dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS Soerojo Magelang sekaligus Peneliti Utama HDI Propoelix™.
Dalam forum ilmiah ini dibahas perspektif sains dasar mengenai propolis, perjalanan riset dari tahap eksperimental hingga uji klinis berbasis rumah sakit, serta implikasinya dalam praktik medis. Diskusi tersebut juga menekankan pentingnya memperkuat pemanfaatan bahan alam—termasuk propolis—dalam kerangka evidence-based medicine, sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan antara industri, akademisi, dan institusi pelayanan kesehatan di Indonesia.
Dr. Muhamad Sahlan menjelaskan bahwa propolis merupakan bahan alam dengan kompleksitas senyawa bioaktif yang sangat tinggi. Tantangan utamanya adalah memastikan standardisasi dan pembuktian ilmiah agar dapat diterima dalam praktik medis modern. Menurutnya, upaya riset seperti yang dilakukan HDI penting untuk menjembatani sains dasar dengan aplikasi klinis.
Sementara itu, dr. Ivan Hoesada menekankan bahwa dalam praktik klinis modern pendekatan berbasis bukti menjadi sangat krusial. Produk berbasis bahan alam seperti propolis memiliki potensi besar, namun tetap harus didukung oleh data klinis yang kuat agar dapat digunakan secara bertanggung jawab sebagai terapi komplementer.
Publikasi Penelitian Klinis di Rumah Sakit Pemerintah
Penelitian yang dilakukan di RS Soerojo Magelang melibatkan pasien dewasa dengan kondisi metabolik seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi. Studi ini dipimpin oleh dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD selaku Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS Soerojo.
Ia menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan konsumsi HDI Propoelix™ dalam pengawasan medis memiliki potensi manfaat dalam mendukung keseimbangan sistem imun serta parameter metabolik tertentu, terutama pada pasien dengan kondisi metabolik. Seluruh intervensi dilakukan di bawah pengawasan medis dan menunjukkan profil keamanan yang baik.
Publikasi ini menandai langkah penting dalam perjalanan HDI sebagai perusahaan kesehatan berbasis penelitian, sekaligus menunjukkan bagaimana inisiatif sosial berupa donasi produk dapat berkembang menjadi kontribusi ilmiah yang berdampak bagi dunia kesehatan.
Relevansi bagi Individu dengan Sindrom Metabolik
Hidup dengan diabetes, obesitas, hipertensi, maupun kombinasi kondisi tersebut dalam bentuk sindrom metabolik dapat memberikan beban jangka panjang, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi keluarga. Pengelolaan kondisi ini sering kali membutuhkan perhatian berkelanjutan, mulai dari pengaturan gaya hidup hingga pengendalian stres.
Sindrom metabolik sendiri merupakan kumpulan faktor risiko seperti gangguan regulasi gula darah, tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, serta gangguan profil lipid yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.
Dalam skala yang lebih luas, kondisi ini juga menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya beban penyakit tidak menular di Indonesia.
Penelitian berbasis rumah sakit ini menunjukkan bahwa konsumsi HDI Propoelix™ secara rutin berpotensi membantu mendukung keseimbangan sistem imun, menjaga parameter metabolik dan sirkulasi, serta membantu ketahanan tubuh terhadap stres. Ketika digunakan sebagai pendamping perawatan medis rutin dan gaya hidup sehat, HDI Propoelix™ dapat menjadi dukungan harian yang bersifat komplementer bagi individu maupun keluarga dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Penelitian tersebut berawal dari program dukungan kesehatan HDI pada tahun 2025, ketika HDI mendonasikan produk HDI Propoelix™ kepada tenaga kesehatan garda terdepan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi kemitraan ilmiah yang menghasilkan evaluasi klinis berbasis rumah sakit.
Tiga Perspektif Ilmiah dalam Satu Forum
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan klinisi, yaitu Dr. Muhamad Sahlan, S.Si., M.Eng., akademisi dan peneliti dari Universitas Indonesia; dr. Ivan Hoesada, M.Biomed, dari HIDUP Expert Panel; serta dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS Soerojo Magelang sekaligus Peneliti Utama HDI Propoelix™.
Dalam forum ilmiah ini dibahas perspektif sains dasar mengenai propolis, perjalanan riset dari tahap eksperimental hingga uji klinis berbasis rumah sakit, serta implikasinya dalam praktik medis. Diskusi tersebut juga menekankan pentingnya memperkuat pemanfaatan bahan alam—termasuk propolis—dalam kerangka evidence-based medicine, sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan antara industri, akademisi, dan institusi pelayanan kesehatan di Indonesia.
Dr. Muhamad Sahlan menjelaskan bahwa propolis merupakan bahan alam dengan kompleksitas senyawa bioaktif yang sangat tinggi. Tantangan utamanya adalah memastikan standardisasi dan pembuktian ilmiah agar dapat diterima dalam praktik medis modern. Menurutnya, upaya riset seperti yang dilakukan HDI penting untuk menjembatani sains dasar dengan aplikasi klinis.
Sementara itu, dr. Ivan Hoesada menekankan bahwa dalam praktik klinis modern pendekatan berbasis bukti menjadi sangat krusial. Produk berbasis bahan alam seperti propolis memiliki potensi besar, namun tetap harus didukung oleh data klinis yang kuat agar dapat digunakan secara bertanggung jawab sebagai terapi komplementer.
Publikasi Penelitian Klinis di Rumah Sakit Pemerintah
Penelitian yang dilakukan di RS Soerojo Magelang melibatkan pasien dewasa dengan kondisi metabolik seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi. Studi ini dipimpin oleh dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD selaku Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS Soerojo.
Ia menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan konsumsi HDI Propoelix™ dalam pengawasan medis memiliki potensi manfaat dalam mendukung keseimbangan sistem imun serta parameter metabolik tertentu, terutama pada pasien dengan kondisi metabolik. Seluruh intervensi dilakukan di bawah pengawasan medis dan menunjukkan profil keamanan yang baik.
Publikasi ini menandai langkah penting dalam perjalanan HDI sebagai perusahaan kesehatan berbasis penelitian, sekaligus menunjukkan bagaimana inisiatif sosial berupa donasi produk dapat berkembang menjadi kontribusi ilmiah yang berdampak bagi dunia kesehatan.
Relevansi bagi Individu dengan Sindrom Metabolik
Hidup dengan diabetes, obesitas, hipertensi, maupun kombinasi kondisi tersebut dalam bentuk sindrom metabolik dapat memberikan beban jangka panjang, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi keluarga. Pengelolaan kondisi ini sering kali membutuhkan perhatian berkelanjutan, mulai dari pengaturan gaya hidup hingga pengendalian stres.
Sindrom metabolik sendiri merupakan kumpulan faktor risiko seperti gangguan regulasi gula darah, tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, serta gangguan profil lipid yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.
Dalam skala yang lebih luas, kondisi ini juga menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya beban penyakit tidak menular di Indonesia.
Penelitian berbasis rumah sakit ini menunjukkan bahwa konsumsi HDI Propoelix™ secara rutin berpotensi membantu mendukung keseimbangan sistem imun, menjaga parameter metabolik dan sirkulasi, serta membantu ketahanan tubuh terhadap stres. Ketika digunakan sebagai pendamping perawatan medis rutin dan gaya hidup sehat, HDI Propoelix™ dapat menjadi dukungan harian yang bersifat komplementer bagi individu maupun keluarga dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
(sra)