Travel + Leisure Co. dan Swiss German University Dorong Transformasi Pendidikan Pariwisata di Indonesia
Jum'at, 10 April 2026 - 19:18 WIB
A
A
A
Jakarta, 9 April 2026 – Travel + Leisure Co. berkolaborasi dengan Swiss German University dalam mempersiapkan standar kompetensi terbaru bagi sistem pendidikan di industri pariwisata melalui sebuah forum group discussion (FGD) yang turut dihadiri oleh sejumlah pakar akademisi serta praktisi industri.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu utama menjadi sorotan, di antaranya pentingnya integrasi teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), untuk meningkatkan layanan kepada tamu tanpa menghilangkan sentuhan humanis. Selain itu, pembaruan standar sertifikasi juga dibahas guna mempersiapkan talenta muda yang memiliki daya saing global.
Melalui diskusi ini, Travel + Leisure Co. bersama Swiss German University menghasilkan sejumlah rekomendasi yang dapat menjadi landasan dalam membangun fondasi masa depan industri pariwisata, antara lain merancang sertifikasi internasional dengan kurikulum yang diakui secara global untuk memvalidasi keahlian mahasiswa; menerapkan manajemen berbasis AI dengan mengintegrasikan penggunaan teknologi dalam mengelola data riwayat tamu guna memberikan layanan yang lebih personal dan efisien; serta mengembangkan konsep pembelajaran “teaching factory” berbasis digital agar mahasiswa terbiasa dengan dinamika industri pariwisata modern.
Ke depannya, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap tren global, sekaligus menghasilkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mentalitas yang kuat dalam mendorong pertumbuhan industri pariwisata.
“Apa yang diharapkan tamu saat ini terus berkembang dan tidak selalu tercermin dalam pendekatan konvensional. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan standar yang dikembangkan mampu menjawab perubahan tersebut,” ujar Indra Budiman, Area General Manager Travel + Leisure Co.
“Inovasi dalam pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas selaras dengan kebutuhan dan dinamika industri,” ujar Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, Rektor Swiss German University.
Saat ini, Travel + Leisure Co. mengawasi lebih dari 100 club resort di luar Amerika Utara dengan total portofolio aset klub yang melebihi US$1 miliar. Perusahaan ini juga mengelola dan mengembangkan empat vacation ownership di kawasan tersebut, termasuk Club Wyndham Asia, Club Wyndham South Pacific, Accor Vacation Club Asia Pacific, dan Accor Vacation Club.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu utama menjadi sorotan, di antaranya pentingnya integrasi teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), untuk meningkatkan layanan kepada tamu tanpa menghilangkan sentuhan humanis. Selain itu, pembaruan standar sertifikasi juga dibahas guna mempersiapkan talenta muda yang memiliki daya saing global.
Melalui diskusi ini, Travel + Leisure Co. bersama Swiss German University menghasilkan sejumlah rekomendasi yang dapat menjadi landasan dalam membangun fondasi masa depan industri pariwisata, antara lain merancang sertifikasi internasional dengan kurikulum yang diakui secara global untuk memvalidasi keahlian mahasiswa; menerapkan manajemen berbasis AI dengan mengintegrasikan penggunaan teknologi dalam mengelola data riwayat tamu guna memberikan layanan yang lebih personal dan efisien; serta mengembangkan konsep pembelajaran “teaching factory” berbasis digital agar mahasiswa terbiasa dengan dinamika industri pariwisata modern.
Ke depannya, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap tren global, sekaligus menghasilkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mentalitas yang kuat dalam mendorong pertumbuhan industri pariwisata.
“Apa yang diharapkan tamu saat ini terus berkembang dan tidak selalu tercermin dalam pendekatan konvensional. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan standar yang dikembangkan mampu menjawab perubahan tersebut,” ujar Indra Budiman, Area General Manager Travel + Leisure Co.
“Inovasi dalam pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas selaras dengan kebutuhan dan dinamika industri,” ujar Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, Rektor Swiss German University.
Saat ini, Travel + Leisure Co. mengawasi lebih dari 100 club resort di luar Amerika Utara dengan total portofolio aset klub yang melebihi US$1 miliar. Perusahaan ini juga mengelola dan mengembangkan empat vacation ownership di kawasan tersebut, termasuk Club Wyndham Asia, Club Wyndham South Pacific, Accor Vacation Club Asia Pacific, dan Accor Vacation Club.
(sra)