Tangis Penyesalan Wakil Kepala BGN di Tengah Kasus Keracunan MBG
Sabtu, 27 September 2025 - 08:41 WIB
Advertisement
JAKARTA – Suasana haru menyelimuti konferensi pers di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jumat (26/9/2025), ketika Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menyampaikan permintaan maaf atas insiden keracunan massal yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tangis pecah saat ia menyampaikan permohonan maaf mewakili lembaganya.
Dalam pernyataannya, BGN menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas insiden ini, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan bagi para pelajar yang menjadi korban. Nanik mengakui ada kelalaian dalam pengawasan yang menyebabkan krisis keamanan pangan dalam program MBG.
Rasa duka mendalam terpancar saat ia menyinggung kondisi para pelajar yang terdampak, terutama setelah melihat visual yang menunjukkan kondisi mereka. Sebagai seorang ibu, ia mengaku sangat terpukul menyaksikan penderitaan anak-anak akibat program yang seharusnya menyehatkan.
Berdasarkan data yang dipaparkan, tercatat 70 kasus keracunan yang terkait langsung dengan distribusi makanan MBG, dengan total 5.914 pelajar mengalami gejala keracunan, mulai dari ringan hingga berat.
BGN berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan kualitas makanan dalam program MBG, agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dalam pernyataannya, BGN menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas insiden ini, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan bagi para pelajar yang menjadi korban. Nanik mengakui ada kelalaian dalam pengawasan yang menyebabkan krisis keamanan pangan dalam program MBG.
Rasa duka mendalam terpancar saat ia menyinggung kondisi para pelajar yang terdampak, terutama setelah melihat visual yang menunjukkan kondisi mereka. Sebagai seorang ibu, ia mengaku sangat terpukul menyaksikan penderitaan anak-anak akibat program yang seharusnya menyehatkan.
Berdasarkan data yang dipaparkan, tercatat 70 kasus keracunan yang terkait langsung dengan distribusi makanan MBG, dengan total 5.914 pelajar mengalami gejala keracunan, mulai dari ringan hingga berat.
BGN berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan kualitas makanan dalam program MBG, agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
(sra)