Advertisement

Indonesia Dorong Perdagangan Digital Terbuka melalui Inisiatif Jaringan Nasional Baru

Jum'at, 06 Februari 2026 - 06:24 WIB
Advertisement
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan pidato sambutan dalam rangkaian 12th Annual Indonesia Economic Forum (IEF) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan kesiapan untuk meluncurkan infrastruktur perdagangan digital nasional yang dirancang guna mendemokratisasi akses pasar digital serta mempercepat inklusi ekonomi bagi usaha kecil di seluruh nusantara.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia Economic Forum mengumumkan penyelenggaraan acara “Curtain Raiser on Indonesia Open Network (ION)” yang digelar Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari 12th Annual IEF yang mengusung tema “The Digital Archipelago: Building Inclusive Digital Commerce Ecosystem”, serta mempertemukan pejabat senior pemerintah, pemimpin global ekosistem digital, dan para pemangku kepentingan industri.

Acara dibuka oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman, didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. Rangkaian kegiatan mencakup diskusi panel tingkat tinggi mengenai layanan keuangan, logistik, dan inovasi digital, yang kemudian dilanjutkan dengan konferensi pers.

Indonesia Open Network (ION) lahir dari momentum kemitraan teknologi India–Indonesia yang dipicu oleh penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama Pengembangan Digital di New Delhi pada Januari 2025, bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi. Berlandaskan kerja sama tersebut, ION dikembangkan sebagai utilitas perdagangan digital terbuka yang digerakkan sektor swasta namun berorientasi kepentingan publik, dengan kolaborasi aktif kementerian terkait dan mitra ekosistem.

Sejumlah tokoh nasional dan internasional telah bergabung dalam ION Advisory Council, di antaranya Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ilham A. Habibie, mantan Menteri Kominfo Rudiantara, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, serta tokoh penggerak jaringan terbuka di India seperti Dr. R. S. Sharma dan T. Koshy dari ONDC. Sementara itu, ION Steering Committee tengah dibentuk untuk mendukung perancangan, implementasi, dan adopsi jaringan ini.

Sebagai infrastruktur publik digital (Digital Public Infrastructure/DPI) yang terbuka dan interoperabel, ION dirancang untuk menghubungkan aplikasi pembeli, sistem penjual, layanan logistik, pembayaran, serta berbagai layanan digital lainnya tanpa mengunci partisipan pada satu platform atau marketplace tertentu. Melalui pendekatan ini, ION diharapkan mampu mengurangi fragmentasi ekosistem digital dan membuka peluang yang lebih adil bagi UMKM, koperasi, petani kecil, perajin, serta pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi dan tumbuh dalam ekonomi digital.

Inisiatif ION juga terinspirasi dari berbagai praktik global, seperti Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, X-Road di Estonia, hingga sistem pembayaran digital Pix di Brasil, yang menunjukkan tren global menuju infrastruktur digital terbuka dan interoperabel untuk mendorong persaingan sehat dan inklusi ekonomi.

Ke depan, melalui pengembangan Indonesia Open Network, Indonesia memposisikan diri di garis depan pembangunan infrastruktur perdagangan digital generasi baru yang mengedepankan standar terbuka, kolaborasi lintas sektor, serta tata kelola berorientasi kepentingan publik demi memperluas peluang ekonomi nasional.
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement