Advertisement

Begini Pandangan Eksponen 80-an dan Senator ProDEM Wawan Leak Soal Penyiraman Air Keras pada Aktivis KontraS

Jum'at, 20 Maret 2026 - 14:29 WIB
Advertisement
Jakarta - Publik di Indonesia terhenyak dengan peristiwa penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus beberapa waktu lalu.

Menurut Eksponen 80-an sekaligus Senator ProDEM, Wawan Leak, dari kejadian ini spekulasi berkembang dari siapa pelaku penyiraman, aktor intelektual dan motif yang melatar belakangi penyiraman air keras tersebut.

Kepolisian dibawah kendali Kapolri Listyo Sigit lanjut Wawan Leak telah bertindak cepat, dengan pernyataannya bahwa sudah tertangkap 4 pelaku penyiraman tersebut. Dengan jelas dan tegas dalam pernyataan resmi dari Polda Metro, bahwa keempat tersangka berlatar belakang institusi militer (BAIS).

Begitu juga dari kalangan militer tak kalah sigapnya, melalui Danpuspom TNI, bahwa pelaku sedang dalam proses pemeriksaan intensif dilakukan oleh Puspom TNI.

"Ada yang menggelitik diotak liar saya bahwa ada 'invisible hands' yang melatarbelakangi penyiraman air panas tersebut. Itu yang musti diungkap ke publik, sehingga tidak ada kesan saling tuding dan spekulasi narasi liar diatas kasus tersebut," jelas Wawan Leak dalan keterangan tertulisnya pada Jumat (20/3).

Dorongan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) tandas Wawan Leak muncul dipermukaan untuk mengungkap latar belakang/motivasi penyiraman air keras tersebut.

Menurut Wawan, TNI adalah anak kandung rakyat, begitu juga dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS), sehingga sejahatnya militer dipastikan mempunyai jiwa nasionalisme. "Kecuali militer yang sudah terkontaminasi dengan kepentingan, baik pengusaha maupun penguasa sehingga tidak bisa juga di "gebyah uyah" atau pukul rata, bahwa TNI adalah brengsek dan musuhnya rakyat," jelas Wawan lagi.

Sepertinya narasi tersebut sudah mulai muncul dipermukaan dan harus diluruskan bahwa hanya TNI lah yang mampu menjaga kedaulatan dan ketahanan negara.

Dikotomi sipil militer lanjut Wawan harus juga segera disudahi karena akan menjadi batu sandungan guna menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

"Berhenti mengutuk gelap, segera nyalakan lilinmu. Rakyat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah hubungan ibu dan anak, dan itu bukan sebatas jargon maupun propaganda yang diciptakan," jelas Wawan.

Hubungan melekat yang erat, hubungan emosional dan moral antara rakyat dengan TNI tandas Wawan jangan sampai ada yang mencoba memisahkan.

"Jangan sampai ada yang memisahkan hubungan biologis tentara terlahir dari rakyat karena jelas akan mengancam kedaulatan dan ketahanan negara," tutup Wawan Leak.
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement