Advertisement

Belajaraya Jakarta Dorong Kolaborasi Pendidikan untuk Lingkungan dan Transformasi Digital

Senin, 04 Mei 2026 - 17:34 WIB
Advertisement
Jakarta, 2 Mei 2026 — Belajaraya Jakarta hadir sebagai rangkaian festival pendidikan yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong kolaborasi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Mengusung semangat #KerjaBarengan, festival ini menjadi ruang kolaboratif untuk memperkuat ekosistem belajar yang lebih inklusif melalui integrasi ide serta praktik baik dari berbagai Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP)

Tema “Merayakan Kerja Barengan untuk Ekosistem Pendidikan” mewakili keseluruhan aksi nyata yang telah dilakukan oleh KOP yang tercermin pada ratusan Pameran Dampak serta praktik baik yang dibagikan di puluhan Kelas Belajar. Beragam aktivitas dihadirkan, salah satunya yang selalu ditunggu adalah sesi Ngobrol Publik untuk membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dan memperkuat kolaborasi.

Pada sesi Ngobrol Publik 1 bertajuk “Green is the New Cool: Belajar dari Gerakan Lingkungan”, hadir narasumber Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si. (Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia), M. Ridha Hakim (Program Design & Development Director, Yayasan WWF Indonesia), dan Taufiq Supriadi (Founder Pencegah Krisis Planet & Ketua RT Inovatif). Diskusi ini menyoroti pentingnya pendidikan lingkungan sebagai bagian integral dari pembentukan karakter dan perilaku berkelanjutan. Pendidikan lingkungan dinilai perlu ditempatkan sebagai pengalaman belajar yang kontekstual agar pembelajaran tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan berlanjut pada tindakan nyata.

Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si. (Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia) memaparkan, “Pendidikan lingkungan memegang peran penting dalam membentuk kebiasaan sejak dini, sehingga setiap individu mampu mempertimbangkan dampak lingkungan dalam setiap keputusan”. Najelaa Shihab (Inisiator Jaringan SMSG) juga menyampaikan, “Pendidikan lingkungan perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman belajar yang kontekstual, bukan sekadar materi tambahan”.

Sementara itu, pada sesi Ngobrol Publik 2 bertajuk “Teknologi untuk Semua: Belajar Tanpa Batas di Era Digital”, hadir Prof. Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia), Stefani Herlie (Country Lead Canva Indonesia), Salman Subakat (CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute), dan Radinka R. Qiera (COO Sekolah.mu).

Diskusi ini membahas transformasi pendidikan di era digital yang semakin menunjukkan peran strategis teknologi dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi dipandang bukan sekadar alat, melainkan katalis untuk mendemokratisasi pengetahuan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Prof. Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia) menegaskan, “Guru tetap menjadi kunci utama. Mereka adalah fondasi kemajuan bangsa, karena di tangan merekalah proses pembelajaran yang bermakna dibentuk”. Pada sesi yang sama, Letnan Kolonel (Inf.) Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet yang juga hadir di penghujung sesi mengatakan “Kami membutuhkan komunitas pendidikan untuk memberi saran, masukan, umpan balik, bahkan koreksi agar pemerintah dan komunitas dapat berjalan beriringan”.

Rangkaian diskusi di Belajaraya Jakarta menegaskan bahwa masa depan pendidikan Indonesia tidak dapat dijalankan secara terpisah-pisah, melainkan melalui kerja kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat #KerjaBarengan, Belajaraya Jakarta diharapkan menjadi ruang bertemunya gagasan, praktik baik, dan kolaborasi nyata untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan.
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement