Universitas Pelita Harapan Wisuda 4.469 Lulusan dan Anugerahkan Gelar Honoris Causa bagi Pelopor Pendidikan Papua
Sabtu, 09 Mei 2026 - 16:21 WIB
Advertisement
Universitas Pelita Harapan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas melalui Wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada 7–8 Mei 2026 di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang.
Dalam prosesi tersebut, sebanyak 4.469 wisudawan dari jenjang Doktor, Magister, Sarjana, hingga Diploma Tiga resmi dilantik sebagai lulusan yang dipersiapkan untuk memasuki dunia profesional dengan kompetensi, karakter, dan integritas yang kuat.
Mengusung tema “For I Know to Whom I Have Believed”, wisuda tahun ini menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari pembentukan iman, ketangguhan, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman. Rektor UPH, Jonathan L. Parapak, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan studi mereka. Ia menegaskan bahwa pendidikan di UPH tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk lulusan yang mampu membawa dampak positif dan menjadi pemimpin di tengah masyarakat.
Pesan inspiratif juga disampaikan oleh James T. Riady mengenai arti kesuksesan dan tantangan generasi masa kini. Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan menghadapi dunia yang penuh tuntutan dan ambisi. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memiliki keyakinan yang kokoh serta kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh arus zaman. Ia juga menyoroti perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin pesat, seraya menegaskan bahwa teknologi tidak akan mampu menggantikan hikmat, karakter, empati, dan kepemimpinan manusia.
Turut hadir Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, yang menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini berfokus pada “Diktisaintek Berdampak”. Ia berharap lulusan perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi nyata melalui riset, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, pendidikan di UPH telah menunjukkan keseimbangan antara pengembangan akademik dan pembentukan karakter yang berlandaskan iman dan integritas.
Momentum wisuda kali ini juga menjadi istimewa dengan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Wallace Wiley atau Dr. Wally atas dedikasinya memajukan pendidikan di pedalaman Papua.
Selama hampir lima dekade, Wally mengabdikan hidupnya membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua hingga berhasil mendirikan lebih dari 17 sekolah dari jenjang TK hingga SMA. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor UPH bersama Stephanie Riady yang menyebut perjalanan hidup Dr. Wally sebagai contoh nyata kepemimpinan yang lahir dari panggilan, pelayanan, dan iman.
Dalam orasinya, Dr. Wally membagikan perjalanan hidupnya yang dibentuk oleh latar belakang keluarga misionaris. Ia mengaku pernah mengejar berbagai ukuran kesuksesan dunia seperti kekayaan dan ketenaran, tetapi akhirnya menyadari bahwa damai sejahtera sejati ditemukan melalui hidup yang melayani sesama. Ia menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukanlah tentang pencapaian pribadi, melainkan karya Tuhan melalui orang-orang yang hadir dalam perjalanan hidupnya.
Wisuda UPH tahun ini juga diwarnai keberagaman latar belakang para lulusannya. Salah satunya adalah Mawar Eva de Jongh yang berhasil menyelesaikan studi Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi di tengah kesibukannya di industri hiburan. Mawar mengaku sistem pembelajaran daring UPH sangat membantunya untuk tetap menjalani pendidikan secara fleksibel tanpa meninggalkan karier profesionalnya. Selain itu, wisuda juga diikuti anggota Polri melalui kerja sama pendidikan antara UPH dan Kepolisian Republik Indonesia, serta berbagai profesional dan tokoh masyarakat dari beragam latar belakang.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mahasiswa, UPH turut memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi akademik maupun non-akademik. Penghargaan tersebut diberikan kepada lulusan dengan IPK tertinggi di setiap jenjang pendidikan, termasuk mahasiswa dengan pencapaian tertinggi dalam Student Engagement Program (SEP) Poin.
Melalui prosesi wisuda ini, UPH kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan holistis yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang berintegritas, takut akan Tuhan, dan siap menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi bangsa dan masyarakat.
Dalam prosesi tersebut, sebanyak 4.469 wisudawan dari jenjang Doktor, Magister, Sarjana, hingga Diploma Tiga resmi dilantik sebagai lulusan yang dipersiapkan untuk memasuki dunia profesional dengan kompetensi, karakter, dan integritas yang kuat.
Mengusung tema “For I Know to Whom I Have Believed”, wisuda tahun ini menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari pembentukan iman, ketangguhan, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman. Rektor UPH, Jonathan L. Parapak, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan studi mereka. Ia menegaskan bahwa pendidikan di UPH tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk lulusan yang mampu membawa dampak positif dan menjadi pemimpin di tengah masyarakat.
Pesan inspiratif juga disampaikan oleh James T. Riady mengenai arti kesuksesan dan tantangan generasi masa kini. Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan menghadapi dunia yang penuh tuntutan dan ambisi. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memiliki keyakinan yang kokoh serta kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh arus zaman. Ia juga menyoroti perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin pesat, seraya menegaskan bahwa teknologi tidak akan mampu menggantikan hikmat, karakter, empati, dan kepemimpinan manusia.
Turut hadir Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, yang menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini berfokus pada “Diktisaintek Berdampak”. Ia berharap lulusan perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi nyata melalui riset, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, pendidikan di UPH telah menunjukkan keseimbangan antara pengembangan akademik dan pembentukan karakter yang berlandaskan iman dan integritas.
Momentum wisuda kali ini juga menjadi istimewa dengan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Wallace Wiley atau Dr. Wally atas dedikasinya memajukan pendidikan di pedalaman Papua.
Selama hampir lima dekade, Wally mengabdikan hidupnya membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua hingga berhasil mendirikan lebih dari 17 sekolah dari jenjang TK hingga SMA. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor UPH bersama Stephanie Riady yang menyebut perjalanan hidup Dr. Wally sebagai contoh nyata kepemimpinan yang lahir dari panggilan, pelayanan, dan iman.
Dalam orasinya, Dr. Wally membagikan perjalanan hidupnya yang dibentuk oleh latar belakang keluarga misionaris. Ia mengaku pernah mengejar berbagai ukuran kesuksesan dunia seperti kekayaan dan ketenaran, tetapi akhirnya menyadari bahwa damai sejahtera sejati ditemukan melalui hidup yang melayani sesama. Ia menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukanlah tentang pencapaian pribadi, melainkan karya Tuhan melalui orang-orang yang hadir dalam perjalanan hidupnya.
Wisuda UPH tahun ini juga diwarnai keberagaman latar belakang para lulusannya. Salah satunya adalah Mawar Eva de Jongh yang berhasil menyelesaikan studi Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi di tengah kesibukannya di industri hiburan. Mawar mengaku sistem pembelajaran daring UPH sangat membantunya untuk tetap menjalani pendidikan secara fleksibel tanpa meninggalkan karier profesionalnya. Selain itu, wisuda juga diikuti anggota Polri melalui kerja sama pendidikan antara UPH dan Kepolisian Republik Indonesia, serta berbagai profesional dan tokoh masyarakat dari beragam latar belakang.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mahasiswa, UPH turut memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi akademik maupun non-akademik. Penghargaan tersebut diberikan kepada lulusan dengan IPK tertinggi di setiap jenjang pendidikan, termasuk mahasiswa dengan pencapaian tertinggi dalam Student Engagement Program (SEP) Poin.
Melalui prosesi wisuda ini, UPH kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan holistis yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang berintegritas, takut akan Tuhan, dan siap menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi bangsa dan masyarakat.
(sra)