Martell Cognac Gelar Pameran Seni ArtXFashion di Indonesia
Selasa, 28 November 2017 - 03:43 WIB
A
A
A
Indonesia memiliki banyak sekali potensi smber daya manusia yang berbakat di dunia seni, termasuk seni kontemporer. Martell Cognac sebagai produsen cognac tertua dan terbaik di dunia selalu konsisten dalam mendukung seni modern di negara asalnya, Perancis dan juga Indonesia. Oleh karena itu, di tahun ini Martell Be Curious kembali dengan pameran seni kontemporer bertajuk “ArtXFashion” dengan tagline ”What You Wear is What You Are; You Are (NOT) What You Wear”.
Martell menggandeng Rifky Effendy seorang kurator yang telah mengadakan pameran seni tidak hanya di Tanah Air, tetapi juga di Berlin, Itali dan New York, untuk berkolaborasi dengan enam seniman, yaitu Lie Fhung, Tiarma Sirait, Nurrahmat Widyasena (Ito), Maharani Mancanegara, Dita Gambiro, Sarita Ibnoe, Erwin Windu Pranta, Miranti Minggar, dan Geugeut Pangestu serta tiga fashion designer ternama.
Dengan tema ”ArtXFashion” yang diusung, Martell tetap tidak menghilangkan esensi seni yang sudah mendarah daging sejak 300 tahun berdiri. Selalu mendukung kemajuan dunia seni di Indonesia dan selalu ingin menjadi bagian dari lahirnya inovasi-inovasi baru dari seniman berbakat negeri ini.
Selama lebih dari 300 tahun Martell telah menjadi sebuah simbol bagi perayaan French Art de Vivre yang melambangkan kesenangan, keindahan serta semangat akan kehidupan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi di dalam keluarga besar Martell Cognac. Keindahan serta seni adalah dua hal yang saling berkaitan erat serta memberikan sentuhan historikal dalam penciptaan setiap botol cognac yang tidak pernah luput dari sentuhan seni yang menawan. Tiga pilar dipilih Martell Cognac sebagai landasan utama mereka, yaitu art of craftmanship, art of tasting, dan art of gastronomy, yang kemudian pilar-pilar ini menjadi 'darah' yang akan terus mengalir di setiap tetesnya hingga kini dan masa mendatang.
Martell menggandeng Rifky Effendy seorang kurator yang telah mengadakan pameran seni tidak hanya di Tanah Air, tetapi juga di Berlin, Itali dan New York, untuk berkolaborasi dengan enam seniman, yaitu Lie Fhung, Tiarma Sirait, Nurrahmat Widyasena (Ito), Maharani Mancanegara, Dita Gambiro, Sarita Ibnoe, Erwin Windu Pranta, Miranti Minggar, dan Geugeut Pangestu serta tiga fashion designer ternama.
Dengan tema ”ArtXFashion” yang diusung, Martell tetap tidak menghilangkan esensi seni yang sudah mendarah daging sejak 300 tahun berdiri. Selalu mendukung kemajuan dunia seni di Indonesia dan selalu ingin menjadi bagian dari lahirnya inovasi-inovasi baru dari seniman berbakat negeri ini.
Selama lebih dari 300 tahun Martell telah menjadi sebuah simbol bagi perayaan French Art de Vivre yang melambangkan kesenangan, keindahan serta semangat akan kehidupan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi di dalam keluarga besar Martell Cognac. Keindahan serta seni adalah dua hal yang saling berkaitan erat serta memberikan sentuhan historikal dalam penciptaan setiap botol cognac yang tidak pernah luput dari sentuhan seni yang menawan. Tiga pilar dipilih Martell Cognac sebagai landasan utama mereka, yaitu art of craftmanship, art of tasting, dan art of gastronomy, yang kemudian pilar-pilar ini menjadi 'darah' yang akan terus mengalir di setiap tetesnya hingga kini dan masa mendatang.
(rat)