Himbau Akhiri Polemik...
1/2
Pj Ketua Umum PB HMI, Romadhon JASN.
Himbau Akhiri Polemik...
2/2
Pj Ketua Umum PB HMI, Romadhon JASN.
Himbau Akhiri Polemik...
Himbau Akhiri Polemik...

Himbau Akhiri Polemik Pembubaran MUI, Pj Ketum PB HMI Minta Perbaiki Rekrutmen dilakukan Transparan

Rabu, 24 November 2021 - 10:29 WIB
A A A
JAKARTA-- Desakan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) menuai resistensi dari pelbagai pihak. Pasalnya, tak cukup alasan jika MUI dibubarkan lantaran disusupi kelompok terorisme, apalagi yang cukup lantang mendesak pembubaran istitusi berkumpulnya ulama dan para cendekiawan tersebut bertendensi politik sehingga berpotensi memecah belah persatuan umat karena jika dibubarkan bisa berhadapan dengan umat Muslim yang notabene identik dengan MUI.

Penolakan serupa juga disampaikan oleh Pj Ketua Umum PB HMI, Romadhon JASN.

Menurutnya, pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat berlebihan dan tidak tepat karena bisa merusak harmoni dan kerukunan antar umat beragama.

"Soal polemik pembubaran MUI sebaiknya diakhiri saja, ini berlebihan karena jika wacana pembubaran ini terus diumbar bisa jadi menimbulkan kemarahan umat Islam, nah kita ngak mau terjadi pecah belah," kata Romadhon JASN, Selasa (23/11), kepada media di Jakarta.

Hanya saja Romadhon meminta institusi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebaiknya melakukan evaluasi dan pembenahan secara komprehensif terutama dari aspek pola rekrutmen pengurus MUI supaya dilakukan pendataan ulang anggota MUI secara transparan dan akuntabel sehingga tidak mengulang kembali kejadian serupa.

"Yang jelas MUI udah kecolongan masa iya teroris jadi petinggi MUI bahaya ini, maka sekarang perlu pendataan ulang dan perbaiki model rekrtutmennya dilakukan secara transparan dan akuntabel," ujarnya.

Tak hanya itu, Romadhon juga meminta MUI tidak alergi kritik dan menerima pelbagai masukan dari pelbagai pihak terutama dalam merespons pelbagai kritik terkait ditangkapnya salah satu anggota fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menggegerkan tersebut.

"Sekarang MUI harus terbuka jangan alergi kritik apalagi sekarang lagi disorot publik kan, wajar itu menurut saya kalau ada masukan atau kritik tidak usah reaktif cukup direspons secara egaliter," ungkap Romadhon.

Untuk itu lanjut Romadhon, tujuan pendataan ulang anggota dan perbaikan rekrutmen pengurus MUI dilakukan secara transparan dan terbuka tak lain adalah untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Selain itu, pendataan anngota MUI dan perbaikan rekrutmen menjadi keniscayaan di tengah kekecewaan dan kegelisahan publik menyaksikan lembaga kredibel sebesar MUI yang selama ini menjadi tumpuan dan rujukan masyarakat justru kecolongan melahirkan terorisme

"Kita ngak kebayang kan lembaga sebesar MUI rujukan masyarakat tapi bisa lahir terorisme, nah ini ada apa, berarti ada yang salah dengan rekrutmen pengurus MUI karena tidak transparan, makanya benar kata Kiai Ma'ruf perlu pendataan anggota MUI," tandasnya.

Dengan demikian, Romadhon mengajak semua pihak termasuk anggota MUI yang terpapar radikalisme maupun terorisme untuk memperkuat rasa cinta kepada Indonesia sebagai negara majemuk, harmonis, toleran, rukun, dan berharap tidak terpengaruh dengan ideologi transansional Islam yang jelas-jelas mengancam integrasi dan keutuhan negara.

"Marilah kita kembali ke pangkuan ibu pertiwi yaitu Indonesia, negara bhinneka tunggal ika, kita majemuk, toleran, rukun, tentram, dan toleran, jangan terpengaruh ideologi transnasional yang tidak laku di negaranya sendiri lalu diimpor ke Indonesia mau merusak Indonesia," imbuh Romadhon.

Demikian juga terkait proses hukum terduga tindak pidana terorisme Ahmad Zain An najah, siapa pun tidak boleh intervensi karena proses penangkapan yang bersangkutan dilakukan secara transparan dengan bukti-bukti yang kuat. Sehingga kasus ini sebaiknya percayakan kepada pihak Polisi untuk melakukan proses penegakan hukum dengan tuntas.

"Kita ngak boleh intervensi karena penangkapan ini jelas bukti-buktinya, kita serahkan kepada polisi untuk diproses, kita berharap ngak ada lagi opini yang seolah-olah kriminalisasi, ini namanya bentuk intervensi dengan memengaruhi publik," tutup Romadhon.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Pj Ketum PB HMI Romadhon...
Pj Ketum PB HMI Romadhon JASN: PB HMI Dukung Kepolisian Terapkan Keadilan Restorative Justice
Pj Ketum PB HMI Desak...
Pj Ketum PB HMI Desak Erick Thohir Copot Arief Rosyid dari Komisaris BSI
PJ Ketua PB HMI Romadhon...
PJ Ketua PB HMI Romadhon JASN : Mengenal Dudung 'Si Loper Koran' Calon KSAD
Klarifikasi Pangkostrad...
Klarifikasi Pangkostrad Dinilai Sudah Sangat Jelas, PB PMII Minta Sudahi Polemik Patung
Surat Terbuka Penundaan...
Surat Terbuka Penundaan Kongres XXXI 2021 PB HMI
PB HMI Berharap Gugatan...
PB HMI Berharap Gugatan Masa Pensiun TNI Dikabulkan
Foto Terkini
Pameran Weaving Wonders...
Pameran Weaving Wonders Angkat Peran Perempuan NTT
4 jam yang lalu
Enesis Group Raih 5...
Enesis Group Raih 5 Penghargaan HR Asia Awards 2026
5 jam yang lalu
KAI Perkuat Transformasi...
KAI Perkuat Transformasi Energi Lewat Biodiesel B50
22 jam yang lalu
Pororo Carnival Ramaikan...
Pororo Carnival Ramaikan Liburan Sekolah di Kota Kasablanka
1 hari yang lalu
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
1 hari yang lalu
Polisi Hadang Massa...
Polisi Hadang Massa Aksi di Jalan Jenderal Sudirman
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Ratusan Mahasiswa Gelar...
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Longmarch dari Senayan ke Bundaran HI
Sampoerna Raih Penghargaan...
Sampoerna Raih Penghargaan di Forum CSR Jabar 2026
Polisi Hadang Massa...
Polisi Hadang Massa Aksi di Jalan Jenderal Sudirman
Potret Transportasi...
Potret Transportasi Tradisional untuk Menyeberangi Sungai Cisadane
KACA 2026 Tegaskan Kekuatan...
KACA 2026 Tegaskan Kekuatan K-Wave sebagai Motor Kolaborasi Brand dan Komunitas Penggemar
Jalan-Jalan Naik Bajaj...
Jalan-Jalan Naik Bajaj Menikmati Destinasi Semarang