Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 - 10:58 WIB
A
A
A
Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI) 2026 kembali menegaskan perannya sebagai salah satu ajang sains paling bergengsi bagi pelajar muslim di Indonesia.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh ABAK Academy ini tidak hanya menjadi arena adu prestasi akademik, tetapi juga wadah membangun komunitas STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Indonesia. Tahun ini, ribuan peserta dari jenjang SD/MI hingga SMA/MA turut ambil bagian, mewakili berbagai daerahmulai dari Sumatera hingga Papua.
Puncak pelaksanaan KOSSMI 2026 digelar pada 9–10 Mei 2026 di Telkom University dengan menghadirkan sekitar 1.300 finalis terbaik dari seluruh Indonesia. Cabang lomba yang dipertandingkan pun sangat beragam. Untuk jenjang SD dan SMP meliputi IPA, Matematika, IPS, dan Robotik, sedangkan jenjang SMA mempertandingkan bidang AI, Informatika, Astronomi, Kebumian, Ekonomi, Geografi, Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika. Kompetisi ini menjadi bukti tingginya minat generasi muda terhadap penguasaan sains dan teknologi di era transformasi digital.
Dalam sambutannya secara daring pada penutupan KOSSMI 2026, Moch Abduh Ph.D, S Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan apresiasinya kepada ABAK Academy yang didukung oleh Artificial Intelligence Center Indonesia Universitas Indonesia serta Telkom University atas kontribusinya dalam membangun komunitas STEM di Indonesia melalui ajang KOSSMI.
Menurutnya, kompetisi seperti KOSSMI memiliki peran penting dalam mengembangkan talenta, kreativitas, dan daya saing pelajar Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial yang semakin pesat.
Moch Abduh menegaskan bahwa penguasaan sains, matematika, dan inovasi menjadi kebutuhan utama di era transformasi digital saat ini. Ia menyebut bahwa pelaksanaan KOSSMI sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam implementasi pendidikan berbasis STEM. Menurutnya, pembangunan ekosistem STEM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan bersama dari institusi pendidikan, perguruan tinggi, komunitas STEM, hingga masyarakat luas untuk menciptakan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia. Hal tersebut juga sejalan dengan tagline Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni “Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui Partisipasi Semesta”.
Presiden sekaligus inisiator KOSSMI dan Direktur ABAK Academy, Munasprianto Ramli, menyampaikan bahwa KOSSMI bukan sekadar ajang mencari juara. Menurutnya, kompetisi ini bertujuan membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, dan membentuk peserta agar terus berkembang menjadi versi terbaik dari diri mereka masing-masing. Ia berharap pengalaman berkompetisi hingga kesempatan mendapatkan EduTrip internasional dapat menjadi motivasi besar bagi para siswa untuk terus belajar dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
Dukungan terhadap KOSSMI 2026 juga datang dari Telkom University sebagai tuan rumah final nasional. Direktur Pemasaran dan Admisi Telkom University, Agus Ahmad Suhendra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, khususnya para orang tua dan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Agus juga menegaskan bahwa Telkom University membuka peluang besar bagi para peraih medali emas KOSSMI melalui pemberian golden ticket sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik mereka.
Selain memperebutkan medali, KOSSMI 2026 juga memberikan apresiasi khusus kepada para top skorer. Peserta dengan nilai tertinggi akan mendapatkan hadiah EduTrip ke Singapura dan Malaysia. Dalam program tersebut, para siswa akan mengunjungi sejumlah kampus ternama di kedua negara sekaligus mengikuti kegiatan edukatif dan wisata internasional.
Program ini diharapkan mampu membuka wawasan global para peserta serta memotivasi mereka untuk terus mengembangkan potensi di bidang sains dan teknologi.
Sejumlah sekolah unggulan kembali mendominasi perolehan medali emas pada KOSSMI 2026. Untuk jenjang SD, SD Islam Tugasku berhasil menjadi juara umum dengan raihan tiga medali emas. Pada jenjang SMP, MTsN 1 Kota Malang tampil sebagai juara umum dengan lima medali emas. Sementara itu, di tingkat SMA, MAN Kota Malang sukses meraih delapan medali emas.
Prestasi membanggakan juga diraih MAN 2 Kota Pekanbaru dengan tujuh medali emas, serta MAN Insan Cendekia Serpong dan MAN Insan Cendekia Padang Pariaman yang masing-masing meraih enam medali emas.
Keberhasilan penyelenggaraan KOSSMI 2026 menunjukkan besarnya antusiasme generasi muda Indonesia terhadap bidang sains dan teknologi. Tidak hanya melahirkan para juara, kompetisi ini juga menghadirkan pengalaman belajar yang menanamkan nilai sportivitas, kolaborasi, kepemimpinan, serta semangat inovasi bagi para peserta.
Dengan dukungan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas STEM, dan berbagai pihak lainnya, KOSSMI diharapkan terus berkembang menjadi wadah lahirnya ilmuwan, inovator, dan pemimpin masa depan Indonesia.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh ABAK Academy ini tidak hanya menjadi arena adu prestasi akademik, tetapi juga wadah membangun komunitas STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Indonesia. Tahun ini, ribuan peserta dari jenjang SD/MI hingga SMA/MA turut ambil bagian, mewakili berbagai daerahmulai dari Sumatera hingga Papua.
Puncak pelaksanaan KOSSMI 2026 digelar pada 9–10 Mei 2026 di Telkom University dengan menghadirkan sekitar 1.300 finalis terbaik dari seluruh Indonesia. Cabang lomba yang dipertandingkan pun sangat beragam. Untuk jenjang SD dan SMP meliputi IPA, Matematika, IPS, dan Robotik, sedangkan jenjang SMA mempertandingkan bidang AI, Informatika, Astronomi, Kebumian, Ekonomi, Geografi, Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika. Kompetisi ini menjadi bukti tingginya minat generasi muda terhadap penguasaan sains dan teknologi di era transformasi digital.
Dalam sambutannya secara daring pada penutupan KOSSMI 2026, Moch Abduh Ph.D, S Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan apresiasinya kepada ABAK Academy yang didukung oleh Artificial Intelligence Center Indonesia Universitas Indonesia serta Telkom University atas kontribusinya dalam membangun komunitas STEM di Indonesia melalui ajang KOSSMI.
Menurutnya, kompetisi seperti KOSSMI memiliki peran penting dalam mengembangkan talenta, kreativitas, dan daya saing pelajar Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial yang semakin pesat.
Moch Abduh menegaskan bahwa penguasaan sains, matematika, dan inovasi menjadi kebutuhan utama di era transformasi digital saat ini. Ia menyebut bahwa pelaksanaan KOSSMI sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam implementasi pendidikan berbasis STEM. Menurutnya, pembangunan ekosistem STEM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan bersama dari institusi pendidikan, perguruan tinggi, komunitas STEM, hingga masyarakat luas untuk menciptakan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia. Hal tersebut juga sejalan dengan tagline Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni “Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui Partisipasi Semesta”.
Presiden sekaligus inisiator KOSSMI dan Direktur ABAK Academy, Munasprianto Ramli, menyampaikan bahwa KOSSMI bukan sekadar ajang mencari juara. Menurutnya, kompetisi ini bertujuan membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, dan membentuk peserta agar terus berkembang menjadi versi terbaik dari diri mereka masing-masing. Ia berharap pengalaman berkompetisi hingga kesempatan mendapatkan EduTrip internasional dapat menjadi motivasi besar bagi para siswa untuk terus belajar dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
Dukungan terhadap KOSSMI 2026 juga datang dari Telkom University sebagai tuan rumah final nasional. Direktur Pemasaran dan Admisi Telkom University, Agus Ahmad Suhendra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, khususnya para orang tua dan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Agus juga menegaskan bahwa Telkom University membuka peluang besar bagi para peraih medali emas KOSSMI melalui pemberian golden ticket sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik mereka.
Selain memperebutkan medali, KOSSMI 2026 juga memberikan apresiasi khusus kepada para top skorer. Peserta dengan nilai tertinggi akan mendapatkan hadiah EduTrip ke Singapura dan Malaysia. Dalam program tersebut, para siswa akan mengunjungi sejumlah kampus ternama di kedua negara sekaligus mengikuti kegiatan edukatif dan wisata internasional.
Program ini diharapkan mampu membuka wawasan global para peserta serta memotivasi mereka untuk terus mengembangkan potensi di bidang sains dan teknologi.
Sejumlah sekolah unggulan kembali mendominasi perolehan medali emas pada KOSSMI 2026. Untuk jenjang SD, SD Islam Tugasku berhasil menjadi juara umum dengan raihan tiga medali emas. Pada jenjang SMP, MTsN 1 Kota Malang tampil sebagai juara umum dengan lima medali emas. Sementara itu, di tingkat SMA, MAN Kota Malang sukses meraih delapan medali emas.
Prestasi membanggakan juga diraih MAN 2 Kota Pekanbaru dengan tujuh medali emas, serta MAN Insan Cendekia Serpong dan MAN Insan Cendekia Padang Pariaman yang masing-masing meraih enam medali emas.
Keberhasilan penyelenggaraan KOSSMI 2026 menunjukkan besarnya antusiasme generasi muda Indonesia terhadap bidang sains dan teknologi. Tidak hanya melahirkan para juara, kompetisi ini juga menghadirkan pengalaman belajar yang menanamkan nilai sportivitas, kolaborasi, kepemimpinan, serta semangat inovasi bagi para peserta.
Dengan dukungan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas STEM, dan berbagai pihak lainnya, KOSSMI diharapkan terus berkembang menjadi wadah lahirnya ilmuwan, inovator, dan pemimpin masa depan Indonesia.
(sra)