Sambut IWD 2026, Aliansi...
1/4
Aliansi G20 EMPOWER menegaskan kembali komitmennya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan International Womens Day (IWD) 2026 pada 8 Maret.
Sambut IWD 2026, Aliansi...
2/4
Aliansi G20 EMPOWER menegaskan kembali komitmennya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan International Womens Day (IWD) 2026 pada 8 Maret.
Sambut IWD 2026, Aliansi...
3/4
Co-Chair G20 EMPOWER Indonesia Rinawati Prihatiningsih mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan pemberdayaan perempuan berjalan lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.
Sambut IWD 2026, Aliansi...
4/4
Di bawah Presidensi Afrika Selatan, lanjut Rinawati, Aliansi G20 EMPOWER mengusung tema UHURU Women Building Sustainable Income and Financial Independence. Tema tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni kepemimpinan perempuan, penguatan usaha milik perempuan dan pengadaan inklusif, serta perluasan inklusi digital dan STEAM.
Sambut IWD 2026, Aliansi...
Sambut IWD 2026, Aliansi...
Sambut IWD 2026, Aliansi...
Sambut IWD 2026, Aliansi...

Sambut IWD 2026, Aliansi G20 EMPOWER Dorong Kolaborasi Publik–Swasta Perkuat Ekonomi Perempuan

Minggu, 08 Maret 2026 - 18:44 WIB
A A A
Jakarta — Aliansi G20 EMPOWER menegaskan kembali komitmennya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan International Women’s Day (IWD) 2026 pada 8 Maret.

Co-Chair G20 EMPOWER Indonesia Rinawati Prihatiningsih mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan pemberdayaan perempuan berjalan lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.

“Aliansi G20 EMPOWER menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan jejaring Advocates global dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Rinawati dalam keterangannya, Minggu (8/3).

Menurut dia, Aliansi G20 EMPOWER merupakan satu-satunya aliansi di lingkungan G20 yang secara terstruktur menghubungkan pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat implementasi kebijakan dan aksi nyata bagi pemberdayaan ekonomi perempuan.

Rinawati menjelaskan, sejak diluncurkan pada 2019, Aliansi G20 EMPOWER terus berkembang menjadi platform strategis global untuk mendorong kepemimpinan perempuan, kewirausahaan perempuan, serta penguatan ekosistem yang lebih inklusif.

Ia menambahkan, Presidensi Indonesia pada 2022 menjadi tonggak penting dalam perjalanan aliansi tersebut. Saat itu, perempuan pengusaha dan pelaku UMKM untuk pertama kalinya diangkat sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

“Hal ini dilakukan melalui penguatan berbagai inisiatif seperti Best Practice Playbook, Showcase Women-Led Businesses, dan KPI Dashboard G20 EMPOWER,” jelasnya.

Di bawah Presidensi Afrika Selatan, lanjut Rinawati, Aliansi G20 EMPOWER mengusung tema “UHURU – Women Building Sustainable Income and Financial Independence.” Tema tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni kepemimpinan perempuan, penguatan usaha milik perempuan dan pengadaan inklusif, serta perluasan inklusi digital dan STEAM.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam dunia ekonomi global.

“Komunike 2025 menyoroti masih lebarnya kesenjangan pembiayaan bagi usaha perempuan, rendahnya representasi perempuan dalam pengambilan keputusan, serta pentingnya percepatan akses terhadap ekonomi digital,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Aliansi G20 EMPOWER mendorong berbagai langkah konkret, antara lain pengaktifan Digital G20 EMPOWER Best Practice Playbook Portal, perluasan implementasi WE-Finance Code, penguatan Global Advocates Network, serta pengembangan lima kelompok kerja utama.

Kelompok kerja tersebut mencakup Women in Leadership, STEAM & Innovation, Entrepreneurship, Advocacy, serta Policy & Monitoring.

“Agenda ini menegaskan bahwa komitmen perlu diterjemahkan menjadi implementasi yang lebih sistematis, berbasis data, dan berdampak nyata,” kata Rinawati.

Dalam konteks Indonesia, momentum IWD 2026 dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperkuat agenda nasional bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sebagai mitra strategis.

Kerja sama tersebut meliputi pengarusutamaan gender, penguatan kebijakan pendidikan, kewirausahaan, serta kepemimpinan ekonomi perempuan.

Rinawati juga menyebut Aliansi G20 EMPOWER mendorong sinergi lanjutan melalui berbagai inisiatif, seperti #SheMovesEnergy, integrasi dengan Sisternet untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dan literasi digital, pembangunan pipeline berjenjang dari siswi hingga startup, serta kolaborasi dengan IWAPI sebagai national anchor.

Di tingkat internasional, kata dia, Aliansi G20 EMPOWER juga menekankan pentingnya kesinambungan agenda melalui usulan Five-Year Sustainability Plan serta penyempurnaan Terms of Reference secara kolaboratif.

“Hal ini agar Aliansi G20 EMPOWER semakin kuat sebagai platform jangka menengah yang relevan dan berkelanjutan hingga 2030,” ujarnya.

Langkah tersebut sejalan dengan G20 Leader’s Declaration 2025, yang menegaskan komitmen untuk memastikan perempuan memiliki akses setara terhadap sumber daya ekonomi, pembiayaan, dan pasar.

Rinawati menambahkan, konsep “Rumah Bersama” yang diusung Kementerian PPPA juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Dalam semangat itu, para Advocates—yang terdiri dari pimpinan senior dan jajaran C-suite dari perusahaan pendukung Aliansi G20 EMPOWER—diharapkan dapat menggerakkan potensi perusahaan masing-masing untuk menghadirkan dampak nyata di berbagai daerah.

Menurut Rinawati, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus memperkuat legacy Aliansi G20 EMPOWER melalui kemitraan lintas sektor yang menjawab kebutuhan nyata perempuan.

“Kemitraan tersebut dapat mencakup penguatan UMKM, literasi digital, transisi energi yang inklusif, hingga pembinaan talenta perempuan masa depan,” katanya.

Karena itu, ke depan Aliansi G20 EMPOWER dinilai perlu semakin fokus pada penguatan sistem, mulai dari data, monitoring, kebijakan, pembiayaan, hingga pengembangan talenta.

“Tujuannya agar dampaknya tidak hanya terasa hari ini, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang,” ucap Rinawati.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai agenda strategis bersama.

“Kolaborasi publik–swasta yang kuat, dukungan kebijakan yang konsisten, serta kemitraan lintas sektor akan menjadi kunci untuk memastikan perempuan tidak hanya menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi penggerak utamanya,” tutupnya.

Sementara itu Chair G20 EMPOWER Indonesia, Yessie D. Yosetya menyampaikan. “Peringatan International Women’s Day 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan tidak dapat berhenti pada wacana”. Ujarnya

Lanjut Yessie Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi yang lebih kuat, implementasi yang lebih terukur, dan keberanian untuk membangun ekosistem yang benar-benar membuka akses perempuan terhadap kepemimpinan, pembiayaan, inovasi, dan pasar.”
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Perkuat Kolaborasi G20,...
Perkuat Kolaborasi G20, Menkominfo Usulkan Kelompok Kerja Ekonomi Digital
G20 Empower Percepat...
G20 Empower Percepat Kepemimpinan dan Pemberdayaan Perempuan di Sektor Swasta
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Inovasi, Agentic AI Dorong Babak Baru Ekonomi Digital
WEpreneur Summit 2025...
WEpreneur Summit 2025 Perkuat Kolaborasi UMKM Perempuan
Fintech Diproyeksikan...
Fintech Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi pada 2026
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
Foto Terkini
KPK Pajang Ducati Noel...
KPK Pajang Ducati Noel dan Aset Mewah Lain dari Kasus K3
1 hari yang lalu
Barang-Barang Eks Hotel...
Barang-Barang Eks Hotel Sultan Mulai Direlokasi
1 hari yang lalu
Kickoff IID 2026, BSKDN...
Kickoff IID 2026, BSKDN Kemendagri Ajak Daerah Perkuat Inovasi di Tengah Tantangan Fiskal
1 hari yang lalu
AHM Luncurkan New Honda...
AHM Luncurkan New Honda Vario Evo 160 dengan Desain dan Fitur Baru
1 hari yang lalu
Mengintip De Tiger,...
Mengintip De Tiger, Bar Speakeasy Poolside di Kota Tua yang Akan Dibuka Pekan Ini
1 hari yang lalu
Bea Cukai Sita Ribuan...
Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
UBK Nonaktifkan Ketua...
UBK Nonaktifkan Ketua BEM Hukum Usai Terima Rp20 Juta
Operasional Bertahap...
Operasional Bertahap KRL di Stasiun JIS Mulai Layani Penumpang
Puncak Harganas 2026...
Puncak Harganas 2026 Perkuat Peran Ayah Lewat GATI
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Pelindo Regional 2 Tanjung...
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Gerakan Sehat dan Berkah Sunatan Massal 2026
Bea Cukai Sita Ribuan...
Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar