Grab Indonesia Hadirkan Jejak Aksi Kartini Masa Kini untuk Perluas Pemberdayaan Perempuan di Era Digital
Rabu, 06 Mei 2026 - 16:52 WIB
A
A
A
Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Grab Indonesia kembali menghadirkan rangkaian inisiatif bertajuk “Jejak Aksi Kartini Masa Kini” sebagai bentuk komitmen dalam memperluas pemberdayaan perempuan di berbagai lini ekosistemnya.
Program ini mencakup pelatihan keamanan diri bagi Mitra Pengemudi Perempuan, literasi keuangan dan pengembangan usaha bagi Mitra Merchant UMKM perempuan, hingga sesi inspiratif bagi generasi muda perempuan di bidang teknologi. Melalui berbagai inisiatif tersebut, Grab ingin menciptakan ruang yang lebih aman, inklusif, dan penuh peluang bagi perempuan Indonesia di era digital.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa pemberdayaan sejati terjadi ketika perempuan memiliki akses, kapabilitas, rasa percaya diri, dan keamanan untuk berkembang.
Menurutnya, Grab ingin memastikan setiap perempuan di dalam ekosistem memiliki ruang untuk tumbuh dan mandiri. Fokus perusahaan adalah menyediakan wadah agar perempuan mampu berkembang sekaligus menginspirasi perempuan lainnya untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Semangat tersebut tercermin dalam keseluruhan ekosistem Grab Indonesia.
Saat ini, perempuan menempati 50 persen posisi kepemimpinan tingkat C-level di Grab. Selain itu, di kawasan Asia Tenggara terdapat lebih dari 180.000 Mitra Pengemudi Perempuan yang memperoleh peluang berpenghasilan secara mandiri melalui platform Grab. Sementara itu, lebih dari 61 persen Mitra Merchant di platform Grab merupakan pelaku UMKM perempuan yang turut menopang pertumbuhan ekonomi digital.
Capaian tersebut menjadi fondasi bagi Grab untuk terus memperluas berbagai program pemberdayaan perempuan.
Salah satu fokus utama Grab adalah aspek keamanan bagi perempuan di jalan. Melalui program NGERUMPI (Ngobrol Seputar Masalah Wiramudi), Grab menghadirkan workshop bertajuk “Jaga Diri di Jalan: Self-Defense untuk Perempuan Berkendara”.
Dalam sesi interaktif bersama instruktur bela diri profesional, para peserta mendapatkan pelatihan teknik dasar perlindungan diri, mulai dari menghadapi ancaman hingga meningkatkan kesadaran situasional saat bekerja di jalan.
Internationally Accredited Urban Self Protection Coach sekaligus pengajar di Gym Bela Diri Kida Dharmawangsa, Dennis Laoh, menjelaskan bahwa kemampuan dasar melindungi diri bukan hanya soal teknik, tetapi juga kesiapan mental dan kesadaran situasional.
Dengan latihan yang tepat, perempuan dapat lebih percaya diri menghadapi berbagai situasi di ruang publik, termasuk saat bekerja di jalan.
Pada kesempatan yang sama, Putri Herawati, Mitra Pengemudi GrabCar, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut bersama sesama Mitra Pengemudi perempuan.
Ia merasa lebih siap menghadapi situasi tidak nyaman di jalan, terlebih dengan dukungan fitur keamanan dalam aplikasi Grab seperti tombol darurat dan kamera dashcam yang membuatnya lebih tenang dan percaya diri saat bekerja.
Untuk memperkuat kemandirian finansial pelaku UMKM perempuan, Grab juga menghadirkan program SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) yang berfokus pada pemberdayaan Mitra Merchant perempuan. Melalui workshop “Proteksi Dana Darurat & Modal Sehat”, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan usaha yang sehat dan berkelanjutan. Materi yang diberikan meliputi cara membedakan modal produktif dan pinjaman berisiko, menyisihkan keuntungan untuk dana darurat usaha, hingga mengidentifikasi kebocoran pengeluaran seperti biaya kecil yang tidak tercatat, promosi berlebihan, dan operasional yang kurang efisien.
Financial Planner Ayu Sara Herlia yang menjadi pembicara dalam workshop SERABI menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan yang sehat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan UMKM. Dengan memahami cara mengatur arus kas dan membangun dana darurat, pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi tantangan sekaligus mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Sementara itu, Trivena Florentina, Mitra Merchant Grab sekaligus pemilik usaha Bakso Bakar Mantapz & Bakmi Ayam Bahagia, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh banyak wawasan baru terkait pengelolaan keuangan usaha. Ia kini lebih memahami cara mengatur arus kas dan pentingnya dana darurat sehingga lebih siap mengembangkan bisnis ke depan.
Sebagai upaya mendukung pertumbuhan usaha perempuan secara berkelanjutan, Grab juga membuka akses pembiayaan usaha melalui GrabModal. Hingga saat ini, Grab telah menyalurkan lebih dari Rp6 triliun pembiayaan kepada lebih dari 445.000 Mitra Pengemudi dan Mitra UMKM melalui program GrabModal Mantul dan GrabModal Narik.
Akses pembiayaan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha, termasuk perempuan, dalam mengembangkan bisnis, menjaga arus kas, memperkuat modal kerja, dan memperluas skala usaha secara berkelanjutan.
Di bidang teknologi, Grab turut menghadirkan program “Techmakers: Break the Pattern” yang digelar pada 26 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan praktisi perempuan di bidang teknik, produk, dan data melalui rangkaian talkshow inspiratif tentang kepemimpinan perempuan, workshop AI-driven design, hingga Live Codelab pembuatan solusi AI secara langsung. Melalui keterlibatan para pemimpin perempuan Grab di bidang teknologi, inisiatif ini bertujuan mendorong lebih banyak perempuan mengambil peran strategis dan menciptakan dampak yang lebih besar melalui inovasi teknologi.
Selain itu, Grab juga menyiapkan program “STEM Talks” yang akan berlangsung pada 8 Mei 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa perempuan untuk mengeksplorasi peluang di industri teknologi melalui sesi berbagi wawasan bertema “Tech for Impact”. Program ini akan menghadirkan Sabrina Anggraini bersama para pemimpin perempuan Grab di bidang teknologi untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya peran perempuan dalam menciptakan solusi digital yang berdampak luas.
Melalui rangkaian inisiatif “Jejak Aksi Kartini Masa Kini”, Grab percaya bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar membuka akses, tetapi juga menciptakan ekosistem yang memungkinkan perempuan terus tumbuh, mandiri, dan membawa dampak positif yang lebih luas bagi keluarga, komunitas, serta masyarakat.
Program ini mencakup pelatihan keamanan diri bagi Mitra Pengemudi Perempuan, literasi keuangan dan pengembangan usaha bagi Mitra Merchant UMKM perempuan, hingga sesi inspiratif bagi generasi muda perempuan di bidang teknologi. Melalui berbagai inisiatif tersebut, Grab ingin menciptakan ruang yang lebih aman, inklusif, dan penuh peluang bagi perempuan Indonesia di era digital.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa pemberdayaan sejati terjadi ketika perempuan memiliki akses, kapabilitas, rasa percaya diri, dan keamanan untuk berkembang.
Menurutnya, Grab ingin memastikan setiap perempuan di dalam ekosistem memiliki ruang untuk tumbuh dan mandiri. Fokus perusahaan adalah menyediakan wadah agar perempuan mampu berkembang sekaligus menginspirasi perempuan lainnya untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Semangat tersebut tercermin dalam keseluruhan ekosistem Grab Indonesia.
Saat ini, perempuan menempati 50 persen posisi kepemimpinan tingkat C-level di Grab. Selain itu, di kawasan Asia Tenggara terdapat lebih dari 180.000 Mitra Pengemudi Perempuan yang memperoleh peluang berpenghasilan secara mandiri melalui platform Grab. Sementara itu, lebih dari 61 persen Mitra Merchant di platform Grab merupakan pelaku UMKM perempuan yang turut menopang pertumbuhan ekonomi digital.
Capaian tersebut menjadi fondasi bagi Grab untuk terus memperluas berbagai program pemberdayaan perempuan.
Salah satu fokus utama Grab adalah aspek keamanan bagi perempuan di jalan. Melalui program NGERUMPI (Ngobrol Seputar Masalah Wiramudi), Grab menghadirkan workshop bertajuk “Jaga Diri di Jalan: Self-Defense untuk Perempuan Berkendara”.
Dalam sesi interaktif bersama instruktur bela diri profesional, para peserta mendapatkan pelatihan teknik dasar perlindungan diri, mulai dari menghadapi ancaman hingga meningkatkan kesadaran situasional saat bekerja di jalan.
Internationally Accredited Urban Self Protection Coach sekaligus pengajar di Gym Bela Diri Kida Dharmawangsa, Dennis Laoh, menjelaskan bahwa kemampuan dasar melindungi diri bukan hanya soal teknik, tetapi juga kesiapan mental dan kesadaran situasional.
Dengan latihan yang tepat, perempuan dapat lebih percaya diri menghadapi berbagai situasi di ruang publik, termasuk saat bekerja di jalan.
Pada kesempatan yang sama, Putri Herawati, Mitra Pengemudi GrabCar, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut bersama sesama Mitra Pengemudi perempuan.
Ia merasa lebih siap menghadapi situasi tidak nyaman di jalan, terlebih dengan dukungan fitur keamanan dalam aplikasi Grab seperti tombol darurat dan kamera dashcam yang membuatnya lebih tenang dan percaya diri saat bekerja.
Untuk memperkuat kemandirian finansial pelaku UMKM perempuan, Grab juga menghadirkan program SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) yang berfokus pada pemberdayaan Mitra Merchant perempuan. Melalui workshop “Proteksi Dana Darurat & Modal Sehat”, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan usaha yang sehat dan berkelanjutan. Materi yang diberikan meliputi cara membedakan modal produktif dan pinjaman berisiko, menyisihkan keuntungan untuk dana darurat usaha, hingga mengidentifikasi kebocoran pengeluaran seperti biaya kecil yang tidak tercatat, promosi berlebihan, dan operasional yang kurang efisien.
Financial Planner Ayu Sara Herlia yang menjadi pembicara dalam workshop SERABI menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan yang sehat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan UMKM. Dengan memahami cara mengatur arus kas dan membangun dana darurat, pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi tantangan sekaligus mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Sementara itu, Trivena Florentina, Mitra Merchant Grab sekaligus pemilik usaha Bakso Bakar Mantapz & Bakmi Ayam Bahagia, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh banyak wawasan baru terkait pengelolaan keuangan usaha. Ia kini lebih memahami cara mengatur arus kas dan pentingnya dana darurat sehingga lebih siap mengembangkan bisnis ke depan.
Sebagai upaya mendukung pertumbuhan usaha perempuan secara berkelanjutan, Grab juga membuka akses pembiayaan usaha melalui GrabModal. Hingga saat ini, Grab telah menyalurkan lebih dari Rp6 triliun pembiayaan kepada lebih dari 445.000 Mitra Pengemudi dan Mitra UMKM melalui program GrabModal Mantul dan GrabModal Narik.
Akses pembiayaan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha, termasuk perempuan, dalam mengembangkan bisnis, menjaga arus kas, memperkuat modal kerja, dan memperluas skala usaha secara berkelanjutan.
Di bidang teknologi, Grab turut menghadirkan program “Techmakers: Break the Pattern” yang digelar pada 26 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan praktisi perempuan di bidang teknik, produk, dan data melalui rangkaian talkshow inspiratif tentang kepemimpinan perempuan, workshop AI-driven design, hingga Live Codelab pembuatan solusi AI secara langsung. Melalui keterlibatan para pemimpin perempuan Grab di bidang teknologi, inisiatif ini bertujuan mendorong lebih banyak perempuan mengambil peran strategis dan menciptakan dampak yang lebih besar melalui inovasi teknologi.
Selain itu, Grab juga menyiapkan program “STEM Talks” yang akan berlangsung pada 8 Mei 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa perempuan untuk mengeksplorasi peluang di industri teknologi melalui sesi berbagi wawasan bertema “Tech for Impact”. Program ini akan menghadirkan Sabrina Anggraini bersama para pemimpin perempuan Grab di bidang teknologi untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya peran perempuan dalam menciptakan solusi digital yang berdampak luas.
Melalui rangkaian inisiatif “Jejak Aksi Kartini Masa Kini”, Grab percaya bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar membuka akses, tetapi juga menciptakan ekosistem yang memungkinkan perempuan terus tumbuh, mandiri, dan membawa dampak positif yang lebih luas bagi keluarga, komunitas, serta masyarakat.
(sra)