CERMATA Hadir Sebagai Skrining Digital Pertama yang Periksa Kesehatan Mata dan Jiwa Anak Indonesia
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 13:14 WIB
Advertisement
(Ki-ka) Tim Ahli pada Tim Kerja Pembinaan Peserta Didik Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen Dr. Didik Tri Yuswanto, Project Leader dan Peneliti Utama CERMATA dr. Kianti Raisa Darusman, serta Ketua Dewan Pembina Indonesia Health Development Center (IHDC) Prof. Nila F. Moeloek berfoto bersama usai acara peluncuran CERMATA, platform skrining digital pertama yang menggabungkan pemeriksaan kesehatan mata dan jiwa anak, di Jakarta, Kamis (10/10/2025).
Dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, Health Collaborative Center (HCC), Laulima Eye Health Initiative, dan Indonesian Health Development Center (IHDC) meluncurkan CERMATA, inovasi skrining digital pertama di Indonesia yang menggabungkan pemeriksaan kesehatan mata dan jiwa anak. Platform ini merupakan adaptasi lokal dari WHOeyes dan dirancang sebagai solusi ilmiah terhadap keterbatasan akses skrining konvensional, khususnya di sekolah dasar dan bagi anak dengan disabilitas.
Menurut Dr. Kianti Raisa Darusman, SpM(K), Project Leader dan peneliti utama CERMATA, pendekatan ini merupakan yang pertama di Indonesia karena memadukan dua aspek penting pembentuk kualitas SDM kesehatan penglihatan dan kesehatan jiwa.
“Dari uji validasi dan implementasi pada lebih dari 1.200 anak SD di Jakarta, CERMATA terbukti efektif meningkatkan cakupan skrining serta deteksi dini gangguan penglihatan dan kesehatan jiwa anak,” jelas dr. Kianti, dokter spesialis mata anak.
Ia menambahkan, sekitar 3,6 juta anak Indonesia mengalami kelainan refraksi, dan tiga dari empat di antaranya belum mendapatkan koreksi kacamata yang dibutuhkan. Penelitian juga menemukan kaitan antara gangguan penglihatan dan meningkatnya risiko kecemasan.
“Melalui CERMATA, guru dapat lebih mudah mengenali tanda-tanda gangguan penglihatan maupun emosional pada anak, sehingga proses belajar menjadi lebih optimal,” lanjutnya.
Dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, Health Collaborative Center (HCC), Laulima Eye Health Initiative, dan Indonesian Health Development Center (IHDC) meluncurkan CERMATA, inovasi skrining digital pertama di Indonesia yang menggabungkan pemeriksaan kesehatan mata dan jiwa anak. Platform ini merupakan adaptasi lokal dari WHOeyes dan dirancang sebagai solusi ilmiah terhadap keterbatasan akses skrining konvensional, khususnya di sekolah dasar dan bagi anak dengan disabilitas.
Menurut Dr. Kianti Raisa Darusman, SpM(K), Project Leader dan peneliti utama CERMATA, pendekatan ini merupakan yang pertama di Indonesia karena memadukan dua aspek penting pembentuk kualitas SDM kesehatan penglihatan dan kesehatan jiwa.
“Dari uji validasi dan implementasi pada lebih dari 1.200 anak SD di Jakarta, CERMATA terbukti efektif meningkatkan cakupan skrining serta deteksi dini gangguan penglihatan dan kesehatan jiwa anak,” jelas dr. Kianti, dokter spesialis mata anak.
Ia menambahkan, sekitar 3,6 juta anak Indonesia mengalami kelainan refraksi, dan tiga dari empat di antaranya belum mendapatkan koreksi kacamata yang dibutuhkan. Penelitian juga menemukan kaitan antara gangguan penglihatan dan meningkatnya risiko kecemasan.
“Melalui CERMATA, guru dapat lebih mudah mengenali tanda-tanda gangguan penglihatan maupun emosional pada anak, sehingga proses belajar menjadi lebih optimal,” lanjutnya.
(sra)